Ragam AgrariaAda batik berlandaskan Yin dan Yang di Crafina 2019

Ada batik berlandaskan Yin dan Yang di Crafina 2019

Jakarta ((Feed)) – Booth-booth yang menjual batik bertaburan di pameran produk industri kreatif Crafina 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu. Tapi ada satu yang menarik perhatian karena warnanya hanya terdiri dari hitam dan putih.

Kain, kemeja, busana luaran hingga pashmina yang dipamerkan di booth tersebut hanya terdiri dari dua warna.

Ninuk, pemilik De’Youl Batik asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, menuturkan Yin dan Yang adalah inspirasi yang membuatnya meniti jalan berbeda dari pengrajin batik yang warnanya lebih bervariasi.

“Hitam dan putih itu kepastian, iya ya iya, enggak ya enggak, tegas,” ujar Ninuk pada (Feed) ditemui di boothnya, Sabtu.

Kisaran harganya bervariasi, mulai dari Rp250.000 hingga Rp10 juta, tergantung dari bahan hingga lama pembuatan.

Pembeli yang berdompet tebal dapat membeli busana batik tulis dari bahan sutra, sedangkan yang ingin lebih kasual bisa memilih baju-baju berbahan katun yang relatif lebih terjangkau.

Baca juga  Syuting di lokasi angker, Hannah Al Rashid jaga perilaku

Selain motif-motif seperti Sekar Jagad, Ninuk juga membuat motif lain yang lebih modern, sederhana tapi menarik saat dikenakan.

“Sekarang temanya daun pisang,” kata dia sambil menunjuk kain-kain bermotif daun pisang.

Alasannya sederhana, kawasan rumahnya yang juga jadi tempat kerja para pengrajin banyak ditumbuhi pohon pisang.

Bisnis yang dirintis sejak 2009 ini sudah dipamerkan dan dijual ke berbagai negara, seperti Singapura, China, Jepang, Belgia dan Rusia.

Ninuk sudah punya strategi dalam menggaet pasar berbeda. Dia menyesuaikan bahan, motif hingga model busana agar cocok dengan selera pembeli di negara lain.

“Di Jepang saya bikin kimono, gambarnya dibuat sesuai pangsa pasar, misalnya geisha,” kata dia.

Di Rusia, pembeli lebih suka membeli busana luaran, sementara pembeli di China biasanya lebih memilih bahan sutra berkualitas.

Baca juga  Yuzu Indonesia Masters 2019

Ninuk adalah salah satu dari 357 perusahaan kerajinan Indonesia yang mengikuti pameran Crafina 2019. Tak cuma batik, produk berbasis tekstil, kayu, batu-batuan, logam, mineral, fiber dan kulit juga dipamerkan di sini.

Dengan tema “From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“, acara ini diharapkan mengangkat originalitas produk kerajinan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam yang berkecukupan di Indonesia dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unggulan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...