Ragam AgrariaPermukaan tanah Jakarta turun, Jonan pantau Balai Konservasi Air

Permukaan tanah Jakarta turun, Jonan pantau Balai Konservasi Air

Persoalan air tanah ini adalah persoalan kita bersama. Studi-studi yang dilakukan sebaiknya dibagikan kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat meningkat.

Jakarta ((Feed)) – Permukaan tanah Jakarta yang turun mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau langsung kajian di Balai Konservasi Air Tanah, Jakarta Utara.

Jonan mengemukakan permukaan tanah Jakarta turun disebabkan salah satunya karena pemanfaatan air tanah yang berlebihan.

“Persoalan air tanah ini adalah persoalan kita bersama. Studi-studi yang dilakukan sebaiknya dibagikan kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat meningkat,” ujar Ignasius Jonan dalam laman Kementerian ESDM, Jumat.

Pemanfaatan air tanah, katanya, sebaiknya dilakukan dengan lebih bertanggung jawab dengan tetap memerhatikan lingkungan sekitar. Isu air tanah perlu disadari merupakan permasalahan bersama yang perlu mendapat perhatian semua pihak, bukan hanya Pemerintah.

Pemantauan air tanah sebagai bentuk perhatian Pemerintah terhadap isu lingkungan terus dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Badan Geologi. Pemantauan tersebut dilakukan Balai Konservasi Air Tanah (BKAT), terutama di daerah yang memiliki potensi cekungan air tanah (CAT), untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang terjadi, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.

Baca juga  Akademisi: Mitigasi bencana kekeringan perlu dioptimalkan

Pemantauan ini, kata Jonan, penting dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi setelah pengambilan air tanah secara terus menerus dan dilakukan dalam kurun waktu yang lama.

“Dengan adanya Balai Konservasi Air Tanah ini, kami ingin mengetahui bagaimana kerusakan-kerusakan yang terjadi pada air tanah, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Kalau secara kualitas kami lihat dari tingkat pencemarannya, sementara untuk kuantitas kami lihat dari debit airnya,” ujar Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM Andiani.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan Balai Konservasi Air Tanah tersebut, digambarkan melalui Peta Konservasi Air Tanah yang memberikan gambaran mengenai kualitas dan kuantitas air tanah pada kedalaman tertentu. Atas informasi yang didapatkan dari Peta Konservasi Air Tanah itu kemudian disusunlah rekomendasi reknis (rektek) sebagai pertimbangan pemberian izin pengambilan air tanah dari badan terkait.

Baca juga  BMKG: isu gempa dan tsunami di Ambon hoaks

“Sebagai contoh untuk wilayah DKI Jakarta, pemberian izin berada di kewenangan Gubernur atau Pemprov. Namun untuk pemberian rekomendasi teknis tetap berada di kewenangan kami karena wilayah DKI Jakarta termasuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) lintas provinsi,” kata Andiani.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...