Ragam AgrariaPangeran William & Kate lihat dampak perubahan iklim di Pakistan

Pangeran William & Kate lihat dampak perubahan iklim di Pakistan

Jakarta ((Feed)) – Pangeran William dan istrinya Kate Middleton, Rabu (16/10), mengunjungi gletser yang mencair di pegunungan Hindu Kush, tidak jauh dari perbatasan Pakistan dengan Afghanistan, menyaksikan secara langsung dampak perubahan iklim yang ingin digarisbawahi dalam perjalanan mereka.

Mereka terbang dengan helikopter ke ujung utara gletser Chiatibo, di mana seorang ahli perubahan iklim menjelaskan bagaimana itu mencair.

Dilansir Reuters, gletser itu adalah salah satu dari sekitar 7.000 dari 7.200 gletser Pakistan yang menurut para pejabat meteorologi menunjukkan tanda-tanda mencair, mengutip data yang dikumpulkan selama 50 tahun terakhir.

Sebelumnya, Duke dan Duchess of Cambridge telah berhenti di bandara di Chitral dan diberi topi gunung berbulu tradisional, mirip dengan yang dianugerahkan kepada ibu William, Putri Diana selama kunjungannya ke daerah itu pada tahun 1991. Mereka juga mendapat album foto Diana saat berkunjung ke Pakistan.

Baca juga  Kualifikasi Piala Eropa 2020: Republik Ceko tumbangkan Inggris 2-1

Agenda penting bagi pangeran William kali ini adalah kunjungan ke gletser dan tantangan perubahan iklim, tema utama perjalanan lima hari mereka, seperti diungkapkan dalam pidato malam sebelumnya di resepsi yang diselenggarakan oleh Komisi Tinggi Inggris di monumen nasional Pakistan di Islamabad.

Gletser utara Pakistan dan gletser di seluruh wilayah Hindu Kush dan Himalaya, adalah cadangan air yang penting bagi 250 juta orang, dan 1,6 miliar orang lainnya bergantung pada sungai-sungai yang berasal dari pegunungan, sehingga banyak masyarakat berada dalam risiko ketika suhu global naik.

“Ini (perubahan iklim) bisa menyebabkan hilangnya lebih dari sepertiga dari gletser penting dalam waktu kurang dari satu abad, dengan dampak besar tidak hanya pada ketersediaan air, tetapi pada pertanian dan pembangkit tenaga air,” kata William dalam pidatonya.

Baca juga  DEN : Pemangkasan perizinan strategi dongkrak produksi migas

Dia berharap kunjungan hari Rabu ke Chitral akan membantu pasangan kerajaan Inggris itu lebih memahami tantangan yang dihadapi warga secara langsung.

“Saya ingin belajar apa lagi yang bisa kita semua lakukan untuk membantu mencegah dan mengurangi bencana global yang akan datang ini.”

Kate dan William kemudian mengamati kerusakan gletser serta latihan tanggap darurat di sebuah desa di Chitral yang dilanda banjir akibat gletser mencair.

Mereka juga datang pemukiman orang-orang Kalash, sebuah kelompok kecil penduduk asli yang tinggal di wilayah Chitral di mana mereka bertemu dengan anak-anak muda dan mengenakan syal dan hiasan kepala lokal yang berwarna-warni sembari disuguhi nyanyian dan tarian.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...