Ragam AgrariaBPBD Yogyakarta segera tambah alat pemantau di sungai

BPBD Yogyakarta segera tambah alat pemantau di sungai

kami jadi bisa memperkirakan waktu kenaikan debit air di Kota Yogyakarta dan memberikan peringatan dini ke warga

Yogyakarta ((Feed)) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta berencana segera menambah peralatan pemantau kondisi sungai di Gajah Wong dan Winongo untuk mendukung sistem peringatan dini bencana, khususnya luapan air sungai.

“Peralatan ini akan dipasang di sisi utara sungai atau di sekitar hulu. Bentuknya bisa kamera dan sensor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Kamis.

Untuk merealisasikan pemasangan tersebut, BPBD Kota Yogyakarta akan bekerja sama dengan BPBD DIY karena peralatan akan ditempatkan di Kabupaten Sleman.

Dari tiga sungai besar yang mengalir di Kota Yogyakarta, baru Sungai Code yang sudah dilengkapi peralatan pemantau yang ditempatkan di sekitar hulu sungai. Bahkan, untuk Sungai Code sudah disediakan pos pengamatan yang berada di Ngentak, Sleman.

Baca juga  Kawasan Prambanan dipasok air tiap hari dampak meluasnya kemarau

 

“Harapannya, ada peralatan yang juga ditempatkan di Gajah Wong dan Winongo,” kata Hari yang menyebut pemantauan kondisi sungai akan sangat terbantu jika dilengkapi dengan kamera CCTV serta sensor.

Melalui peralatan pemantauan tersebut, BPBD Kota Yogyakarta dapat memperkirakan waktu peningkatan ketinggian air sungai di Kota Yogyakarta saat terjadi hujan lebat di wilayah Kabupaten Sleman.

”Misalnya air Sungai Gajah Wong mengalami kenaikan debit, maka kami bisa memperkirakan waktu kenaikan debit air di Kota Yogyakarta dan memberikan peringatan dini ke warga di sekitar bantaran sungai untuk waspada,” katanya.

Selain menambah peralatan untuk mendukung peringatan dini bencana, BPBD Kota Yogyakarta juga sudah memiliki peralatan peringatan dini bencana yang ditempatkan di seluruh sungai di Kota Yogyakarta. “Paling banyak memang berada di Sungai Code dan yang paling sedikit di Sungai Winongo,” katanya.

Baca juga  Liverpool lewati MK Dons, Chelsea lumat Grimsby

Peralatan peringatan dini bencana tersebut rutin dicek untuk memastikan agar alat bekerja dengan baik, misalnya kondisi baterai agar sirine otomatis berbunyi saat terjadi kenaikan air sungai secara signifikan.

“Beberapa waktu lalu memang sempat ada peralatan ‘early warning system’ (EWS) yang tiba-tiba berbunyi sendiri padahal tidak terjadi apapun. Sudah langsung kami perbaiki,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...