Ragam AgrariaCrafina 2019 targetkan transaksi Rp20 miliar

Crafina 2019 targetkan transaksi Rp20 miliar

Jakarta ((Feed)) – Pameran produk industri kreatif, Crafina kembali digelar pada tahun ini dengan target nilai transaksi mencapai Rp20 miliar.

“Pameran ini diselenggarakan ke-12 kali, menyajikan kerajinan unggulan dari para pengrajin seluruh Indonesia. Insha Allah akan memanjakan pengunjung dengan showcase kerajinan terbaik persembahan anak negeri,” ujar Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), Muchsin Ridjan dalam pembukaan Crafina 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu.

Lebih lanjut, Muchsin mengatakan, Crafina tahun ini mengusung tema “From Natural Resources to Creative Product for Lifestyle“ diikuti sekitar 357 perusahaan kerajinan Indonesia dan diharapkan bisa menggaet 40 ribu pengunjung.

Berbagai produk yang ditampilkan antara lain berbasis tekstil, kayu, batu-batuan, logam, mineral, fiber dan kulit.

Selain itu, pameran juga diramaikan berbagai acara seperti, workshop membatik bersama KitaBatik, dan pertunjukan kesenian persembahan dari Dinas Pariwisata Sumatera Barat.

Baca juga  Ada kolaborasi olahraga dan budaya dalam Porprov Bali XIV 2019

Lalu, penampilan kesenian Reog Ponorogo, serta lantunan lagu-lagu nusantara yang akan dibawakan secara acapella oleh Pentaboyz.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengapresiasi penyelenggaraan Crafina 2019 salah satunya karena bisa menonjolkan budaya Indonesia.

“Industri kerajinan salah satu industri yang menonjilkan nilai budaya Indonesia, selain menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi, berdaya saing global dan menyerap tenaga kerja,” kata dia.

Gati menuturkan, nilai ekspor kerajinan pada periode Januari-Agustus 2019 mencapai 593 juta dolar Amerika Serikat.

“Ini meningkat walau sedikit dibandingkan tahun 2018,” tutur dia.

Crafina 2019 diharapkan mengangkat originalitas produk kerajinan Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang berkecukupan di Indonesia dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unggulan.

Pameran yang merupakan kerja sama pelaku industri kerajinan Indonesia, ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) berlangsung mulai hari ini hingga 20 Oktober 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Baca juga  Karhutla Gunung Sunda Sukabumi mencapai 10 hektare

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...