Ragam AgrariaSumatera Selatan minta tambahan helikopter pembom air

Sumatera Selatan minta tambahan helikopter pembom air

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan bahwa hujan baru turun di Sumsel pada awal November

Palembang ((Feed)) – Provinsi Sumatera Selatan meminta tambahan unit helikopter pembom (waterbombing) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten yang telah mengakibatkan kabut asap pekat dalam beberapa hari terakhir.

Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan yang sekaligus menjabat sebagai Danrem 044/Garuda Dempo Kolonel Arh Sonny Septiono di Palembang, Selasa, mengatakan, sebanyak delapan unit helikopter yang disiagakan di Sumsel dinilai kurang memadai untuk mengatasi situasi terkini.

Sebelumnya, berdasarkan data yang bersumber dari Satelit Lapan diketahui jumlah titik panas di Sumatera Selatan melonjak tajam, Senin (14/10), yakni berjumlah 723 titik atau menjadi yang tertinggi dalam periode kemarau tahun ini. Sementara pada Selasa (15/10) sudah berkurang menjadi 415 titik.

“Kami (Satgas) sudah minta tambahan ke pemerintah pusat, rencananya akan ditambah 2 unit. Dan jika diperlukan lagi akan ditambah lagi,” kata Sonny yang dijumpai setelah kegiatan shalat meminta hujan (istisqa) bersama personel satgas di halaman Pesantren Aulia Cendekia, Palembang.

Baca juga  Hasil Grup D, Italia sapu bersih, Liechtenstein raih poin perdana

Ia mengatakan armada tambahan tersebut sangat mungkin dipenuhi karena sejumlah provinsi rawan bencana karhutla sudah mengalami hujan pada pekan ini. Sementara, wilayah Sumatera Selatan menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang belum hujan.

“Saat ini yang terpantau masih ada karhutla, di Sumsel dan di sebagian Kalimantan. Harapannya, helikopter bisa ditambah di sini (Sumsel),” kata dia.

Ia mengatakan saat ini, terdapat delapan unit helikopter waterbombing di Palembang, dan dari delapan unit tersebut yang bisa beroperasi setiap hari hanya lima unit mengingat tiga unit lainnya biasanya mengalami masa pemeliharaan secara bergantian.

“Saya menilai paling tidak ada 10 unit helikopter yang beroperasi di Sumsel setiap harinya untuk mengatasi kondisi ini. Jika ada 10 unit, maka saya bisa plot 5 unit ke Ogan Komering Ilir, 3 unit di Musi Banyuasin dan sisanya ke daerah-daerah rawan lainnya,” kata dia.

Ia mengatakan, selain helikopter milik pemerintah, Satgas Penanggulangan Karhutla di Sumsel juga dibantu pemadaman dari udara oleh APP Sinar Mas yang mengerahkan lima unit helikopter waterbombing.

Baca juga  Nadal melaju ke perempat final setelah singkirkan Cilic

“Unit helikopter milik perusahaan Hutan Tanam Industri itu melakukan pemadaman di luar areal konsesinya, dan sekaligus pembasahan di dalam areal konsesinya supaya tidak mudah terbakar. Kami sangat mengapresiasi upaya dari perusahaan ini,” kata dia.

Bukan hanya helikopter pembom air yang diminta untuk ditambah, ia juga berharap ada penggantian pesawat dari jenis CN ke jenis Herkules untuk digunakan mengangkut garam dalam rangka penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca.

Pesawat jenis CN hanya mampu mengangkut sekitar 2,4 ton garam untuk sekali terbang, sementara pesawat Herkules bisa dua kali lipat. Selain itu, dengan menggunakan pesawat Herkules diharapkan dapat lebih luas daya jelajahnya mengingat areal yang terbakar sulit dijangkau melalui akses darat.

“Upaya pemadaman dari udara ini terus dilakukan karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan bahwa hujan baru turun di Sumsel pada awal November atau lebih kurang 15 hari lagi,” kata dia.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...