Ragam AgrariaBNPB : biota laut mati di Tanimbar tidak terkait gempa

BNPB : biota laut mati di Tanimbar tidak terkait gempa

Tidak ada kaitan antara biota laut ditemukan mati dengan aktivitas kegempaan di dasar laut

Ambon ((Feed)) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi berbagai biota laut yang ditemukan mati mendadak di pesisir pantai Desa Lolonluan, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tidak terkait dengan aktivitas gempa.

“Tidak ada kaitan antara biota laut yang ditemukan mati dan terdampak di darat dengan aktivitas kegempaan yang terjadi di dasar laut,” kata ahli tsunami BNPB Abdul Muhari, dalam siaran pers diterima (Feed), Selasa.

Ia membantah informasi yang berkembang bahwa fenomena biota laut mati dan terdampar di pesisir pantai merupakan tanda-tanda akan terjadi gempa besar di wilayah itu.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada penelitian yang menyimpulkan keterkaitan antara biota laut permukaan dengan aktivitas kegempaan dari laut yang biasanya bersumber pada lempeng dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter.

Baca juga  14 negara ikuti kejuaraan internasional Tapak Suci

“Biota-biota yang selama ini seringkali mati dalam jumlah besar, kemudian terdampar di pantai adalah biota permukaan atau biota laut dangkal-karang, bukan biota laut dalam,” ujar Muhari.

Fenomena terdamparnya biota laut dangkal, katanya, sering kali disebabkan oleh fenomena upwelling atau arus naik ke permukaan.

Biasanya fenomena itu membawa planton atau zat hara yang menjadi makanan biota laut dangkal.

Fenomena itu, bukan merupakan efek aktivitas lempeng atau sesar. Peristiwa yang terjadi juga juga tidak merujuk pada tanda-tanda akan muncul gempa besar.

“Jadi rumor bahwa akan terjadi gempa besar menyusul matinya biota laut di Desa Lolonluan adalah informasi bohong dan tidak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya,” katanya.

Sementara itu, BMKG mencatat hingga Senin (14/10) terjadi 1.516 gempa susulan  usai peristiwa gempa mengguncang tiga wilayah di provinsi Maluku bermagnitudo 6.8 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 6,5 SR, Kamis (26/9).

Baca juga  Medina raih emas nomor kilat putri

Dari jumlah tersebut, 175 gempa susulan dirasakan oleh warga serta menyebabkan 148.619 warga masih mengungsi.

Total rumah rusak di wilayah terdampak yakni Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon mencapai 6.355 unit dengan rincian total rusak berat 1.273 unit, rusak sedang 1.837 dan rusak ringan 3.245, sedangkan korban meninggal tercatat 41 jiwa dan terluka sebanyak 1.602.

Kabupaten Maluku Tengah dan SBB masih melakukan upaya penanganan darurat hingga 16 Oktober 2019. Sedangkan Provinsi Maluku dan Kota Ambon sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat ke pemulihan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...