Ragam Agraria150 desa proklim segera kedatangan Tim FPIC

150 desa proklim segera kedatangan Tim FPIC

Samarinda ((Feed)) – Sebanyak 150 desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang masuk dalam Program Kampung Iklim (Proklim) segera kedatangan Tim FPIC (Free, Prior, and Informed Consent), terkait pelaksanaan program penurunan emisi Forest Carbon Partnership-Carbon Fund (FCPF-CF).

“Rencananya pekan ketiga bulan ini Tim FPIC keliling ke 150 desa yang sudah masuk Proklim, karena sekitar 100 anggota Tim FPIC sudah mengikuti pembekalan di Balikpapan pada 7-10 Oktober tahun ini,” ujar Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Provinsi Kaltim Prof. Daddy Ruhiyat di Samarinda, Senin.

Tim FPIC Kaltim yang sudah diberi pembekalan sehingga sudah memiliki kesamaan pengetahuan dan metodologi dalam pelaksanaan FPIC di tingkat desa. Mereka siap menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk menyampaikan hal-hal terkait teknis administratif dalam pelaksanaan FPIC tingkat desa.

Daddy kembali memastikan bahwa Tim FPIC telah memahami program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dalam skema FCPF-CF. Pengetahuan ini kemudian siap disampaikan kepada masyarakat desa.

Baca juga  Hadapi Dinamo Zagreb, Manchester City kemungkinan tanpa De Bruyne

Kegiatan FPIC akan dilaksanakan di desa sebanyak dua kali. Pertama adalah sosialisasi untuk memberikan informasi mengenai program yang dilakukan pada pekan ketiga bulan ini, dan yang kedua adalah pengambilan persetujuan dari desa.

“Target awal dari Tim FPIC adalah adanya persetujuan dari masyarakat desa untuk mendukung pelaksanaan program penurunan emisi yang akan dilaksanakan pada 2020-2024, sehingga masyarakat akan paham dan berpartisipasi dalam usaha penurunan emisi untuk mengurangi efek rumah kaca,” katanya.

Adapun 150 desa yang ditetapkan sebagai Proklim dan akan ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan penurunan emisi itu terdiri dari 38 desa di Kabupaten Berau, dimana Kampung Inaran memiliki sisa hutan 22.789,79 hektare (ha) dan Kampung Suaran dengan hutan seluas 24.484,16 ha.

Kemudian di Kabupaten Kutai Kartanegara ada 25 desa, antara lain Desa Muara Pantuan dengan hutan yang tersisa 6.976,73 ha, Umaq Bekuai luas hutan 25.258,91 ha, Tani Baru luas hutan 4.585,99 ha, Muara Kembang 4 390,88 ha, Lamin Telihan 3.104,24 ha, Handil Terusan seluas 4.713,68 ha, dan Desa Tabang Lama dengan luas hutan 51.594,33 ha.

Baca juga  Anugerah Dangdut Indonesia 2019 "menggoyang" Karawang

Kabupaten Kutai Timur terdapat 18 desa antara lain Desa Tebangan Lembak dengan tutupan hutan seluas 4.055,12 ha, Long Bentuk seluas 3.367,61 ha, Susuk Dalam 21.985,73 ha, Long Wehea 60.400,02 ha, Tadoan 48.553,3 ha, dan Desa Tepian Langsat seluas dengan tutupan hutan 28.993,24 ha.

“Kemudian di Kabupaten ada 22 desa, Kabupaten Paser ada 19 desa, Kabupaten Penajam Paser Utara terdapat 3 desa, Kota Balikpapan ada 2 kelurahan, dan Kabupaten Mahakam Ulu terdapat 23 desa antara lain Kampung Delang Kerohong seluas 41.645,15 ha, Nyaribungan 83.337,95 ha, dan Kampung Muara Ratah seluas 56.950,9 ha,” kata Daddy.*

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...