Ragam AgrariaBottas bukukan waktu tercepat di FP1 Grand Prix Jepang

Bottas bukukan waktu tercepat di FP1 Grand Prix Jepang

Jakarta ((Feed)) – Pebalap Mercedes Valtteri Bottas mengungguli rekan satu timnya, Lewis Hamilton, untuk menjadi pebalap tercepat di sesi latihan bebas pembuka Grand Prix Jepang, Jumat pagi.

Duo pebalap Mercedes itu, memanfaatkan paket upgrade baru mobil W10 mereka, lebih cepat hampir satu detik dari dua pebalap Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, yang berada di peringkat tiga dan empat.

Bottas melahap trek sepanjang 5,807km Sirkuit Suzuka dalam waktu satu menit 28,731 detik, unggul tipis 0,076 dari Hamilton dan 0,989 detik dari Vettel, demikian laman resmi Formula 1.

Baca juga: Mercedes berpeluang kunci juara dunia konstruktor di GP Jepang

Baca juga: Hamilton pandang Leclerc pebalap nomor satu Ferrari

Red Bull mengirim dua pebalapnya, Max Verstappen dan Alexander Albon di peringkat lima dan enam pagi itu.

Baca juga  Milan petik kemenangan perdana bersama Giampaolo

Sesi kualifikasi GP Jepang akan diundur hingga Minggu pagi karena Topan Hagibis akan mendarat di Jepang pada Sabtu.

Jika kualifikasi tak memungkinkan digelar, posisi start akan ditentukan dari hasil sesi latihan bebas kedua (FP2).

Kemenangan bagi Hamilton di Jepang berarti hanya Bottas, yang saat ini terpaut 73 poin, yang masih berpeluang bertarung untuk titel juara dunia musim ini dengan empat balapan tersisa setelah Jepang.

Baca juga: Statistik Grand Prix Jepang

Di tengah ancaman Topan Hagibis, suporter Jepang pagi itu menyaksikan pahlawan lokal Naoki Yamamoto mengendarai mobil F1 milik Pierre Gasly dari tim Toro Rosso di sesi FP1 sebelum menyerahkan kembali mobil itu ke sang pebalap asal Prancis tersebut di FP2.

“Aku bilang ke dia, nikmati dan pastikan kamu menikmati setiap lap. Dia orang yang sangat baik, sangat cepat, dan sangat bertalenta. Dia lebih paham Suzuka dari semua orang dan aku kira dari semua yang ada di planet ini,” kata Gasly soal Yamamoto seperti dikutip AFP.

Baca juga  Presiden Jokowi: Soal Karhutla, Saya Minta Kapolri Lakukan Penegakan Hukum Dengan Tegas

Yamamoto, juara Super Formula dan Super GT series itu menyelesaikan sejumlah lap dan mencatatkan waktu di peringkat ke-17 dengan waktu terbaiknya satu menit 32,018 detik, kurang dari sepersepuluh detik dari waktu rekan satu timnya, Daniil Kvyat.

Baca juga: Toro Rosso ajukan permohonan untuk ganti nama tim

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...