Ragam AgrariaApi di Gunung Arjuno diupayakan untuk dipadamkan

Api di Gunung Arjuno diupayakan untuk dipadamkan

Personel yang diturunkan sebanyak delapan orang, sejak pukul 05.00 WIB. Petugas langsung berusaha ke titik api, namun tidak bisa terjangkau karena berada pada tebing yang terjal

Malang, Jawa Timur ((Feed)) – Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menyatakan bahwa saat ini timnya tengah berupaya untuk memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Gunung Arjuno, Jawa Timur.

Kepala Seksi Perencanaan, Pengembangan, dan Pemanfaatan UPT Tahura Raden Soerjo, Asep Kusdinar, mengatakan bahwa kebakaran terjadi di wilayah Blok Putuk Lembu, Gunung Arjuno, yang terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

“Personel yang diturunkan sebanyak delapan orang, sejak pukul 05.00 WIB. Petugas langsung berusaha ke titik api, namun tidak bisa terjangkau karena berada pada tebing yang terjal,” katanya saat dikonfirmasi (Feed), Jumat, di Malang.

Baca juga  Simon: timnas Indonesia sangat termotivasi taklukkan Thailand

Asep menjelaskan, total luasan area yang terbakar pada Blok Putuk Lembu tersebut masih belum bisa diperkirakan, karena tim pemadam yang bertugas masih fokus pada penanganan kebakaran.

Menurut dia upaya pemadaman api di Blok Putuk Lembu tersebut masih terkendala adanya angin yang cukup kencang dan lokasi api yang berada pada tebing yang cukup terjal, dan mempersulit tim pemadam yang bertugas.

“Saat ini api masih belum bisa dipadamkan, karena angin yang terlalu besar pada lokasi titik api,” ujar Asep.

BPBD gunakan helikopter padamkan kebakaran hutan

Pada Agustus 2019, kawasan Gunung Arjuno juga sempat mengalami kebakaran hutan. Saat itu, upaya pemadaman api bahkan harus mendatangkan helikopter water bombing, untuk melakukan operasi pemadaman api dari udara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada empat kali kejadian kebakaran di wilayah tersebut, yakni di wilayah Gunung Kembar satu dan dua, Blok Kokopan, Blok Plorotan, dan Blok Sidomulyo.

Baca juga  Pekanbaru diselimuti asap Karhutla di Riau dan kiriman Sumsel

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, telah terjadi beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan akibat musim kemarau yang cukup panjang, diantaranya di Gunung Panderman, Gunung Semeru, dan Gunung Raung, demikian Asep Kusdinar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...