Ragam AgrariaTitik panas di Sumatera melonjak jadi 543, Pekanbaru kembali berasap

Titik panas di Sumatera melonjak jadi 543, Pekanbaru kembali berasap

kota Pekanbaru terpantau asap dengan jarak pandang dua kilometer

Pekanbaru ((Feed)) – Jumlah titik panas yang jadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera naik jadi 543, dan menyebabkan Kota Pekanbaru pada Jumat pagi ini kembali diselimuti kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat pagi satelit Terra dan Aqua mendeteksi kenaikan jumlah titik panas dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis sore (10/10), jumlah titik panas mencapai 405 sedangkan pada Jumat pagi naik menjadi 543 titik.

Titik panas paling bayak di Provinsi Sumatera Selatan, yakni ada 310 titik. KemudiaN di Lampung ada 96 titik, Jambi 86 titik, Bangka Belitung 35 titik dan Bengkulu satu titik panas.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, mengatakan jumlah titik panas di Provinsi Riau ada 15 titik. Lokasinya di Kabupaten Kuansing ada satu titik, Indragiri Hilir (Inhil) 4, dan Indragiri Hulu (Inhu) ada 10 titik panas.

Baca juga  Rehat dari dunia hiburan, Ku Hye-sun akan kembali ke kampus

Dari jumlah itu, ada 10 yang dipastikan titik api karhutla yaitu lokasinya di Kabupaten Inhu ada 8 titik, dan Inhil 2 titik.

BMKG juga menyatakan Kota Pekanbaru pada pagi ini diselimuti kabut asap sisa karhutla.

“Kota Pekanbaru terpantau asap dengan jarak pandang dua kilometer,” katanya.

Berdasarkan pantuan (Feed), karhutla masih terjadi di daerah pinggiran Pekanbaru seperti di daerah Air Hitam. Kemudian, kebakaran lahan gambut juga masih terjadi di daerah Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, yang berbatasan dengan Pekanbaru.

Namun, dua kebakaran lahan di lokasi tersebut tidak terpantau sebagai titik panas oleh satelit. Selama tiga hari terakhir, upaya pemadaman di Rimbo Panjang terus dilakukan dari darat dan udara menggunakan helikopter yang menjatuhkan bom air (water bombing).

Namun, kebakaran masih belum sepenuhnya padam karena kondisi lahan gambut dan vegetasi di sekelilingnya sangat kering.

Baca juga  BKKPN : ada cara kurang tepat dalam memindahkan paus pilot ke laut

Sejumlah warga Kota Pekanbaru menyatakan sudah mulai merasakan bau asap sejak Rabu lalu terutama pada malam dan pagi hari.

“Kalau pagi hari terasa baunya menyengat,” kata seorang warga, Andika Dyas (37).

Pada Kamis lalu (10/10), ia mengatakan asap bercampur embun sangat pekat terutama di daerah sekitar Jalan Tuanku Tambussai dan daerah Panam.

“Saya saja sampai harus menyalakan lampu mobil karena asapnya pekat, takut ditabrak kendaraan dari arah berlawanan,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...