Ragam AgrariaAsmara Abigail keluar dari zona nyaman di "Perempuan Tanah Jahanam"

Asmara Abigail keluar dari zona nyaman di "Perempuan Tanah Jahanam"

Jakarta ((Feed)) – Asmara Abigail, aktris yang dikenal lewat peran-peran antagonisnya, tampil beda di film “Perempuan Tanah Jahanam”. Di film itu, Asmara seolah dipaksa keluar dari zona nyaman dia dengan memerankan tokoh Ratih yang merupakan perempuan kalem dan protagonis.

“Emang sih ini jauh banget dari yang biasa, baru keluar dari destiny kita dan sangat berbeda. Buat aku sebagai aktris sangat bagus untuk ambil genre yang lebih fluid,” ujar Abigail ditemui dalam penayangan perdana film “Perempuan Tanah Jahanam” di Jakarta, Kamis.

Pemain film “Pengabdi Setan” itu, biasanya mendapat peran sebagai perempuan antagonis ataupun sosok seseorang yang psikotik.

Bagi Abigail, keluar dari zona nyamannya sangatlah baik sebab dia tidak ingin diidentikkan dengan karakter tertentu.

“Menurut aku, aku berharap enggak jadi type cast gitu dan sebagai aktris yang baik, dalam pemikiran aku kita harus bisa mengadaptasi diri kita ke karakter satu ke yang lain. Itu adalah tugas kita sebagai aktris,” kata pemain film “Gundala” itu.

Baca juga  Pemprov minta BPK audit BUMD Kepri

Abigail mengaku pada dasarnya dia ingin mencoba berbagai karakter yang ada di film, sebab hal tersebut akan memberikan pengalaman baru dan kemampuan aktingnya bisa makin terasah.

“Kita harus pintar-pintang menggali dan menjual diri kita, jadi harus rebranding diri kita terus menerus. Tapi next-nya aku pengin banget punya peran sebagai penari tango karena tango kan passion aku,” kata Abigail.

“Perempuan Tanah Jahanam” mulai tayang di bioskop pada 17 Oktober 2019. Film ini bergenre horor thriller yang disutradarai oleh Joko Anwar.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...