Ragam AgrariaKomentar Kang Sora soal film "Bebas", Indonesia dan rendang

Komentar Kang Sora soal film "Bebas", Indonesia dan rendang

Jakarta ((Feed)) – Aktris Korea Selatan Kang Sora yang menjadi pemeran utama dari film “Sunny” sudah menonton adaptasi versi Indonesia karya sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana, “Bebas”, Rabu.

Kehadiran aktris 29 tahun itu merupakan bagian dari acara Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019 yang berlangsung pada 10-13 Oktober.

“Saya bisa merasakan nuansa yang lebih muda di versi Indonesia, lebih segar dan lebih banyak energi,” kata Kang Sora dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia memuji akting Sheryl Sheinafia sebagai Kris, adaptasi tokoh Ha Chun-hwa si ketua geng yang ia perankan di film “Sunny”.

“Kris really nailed it,” ujar Sora dalam bahasa Inggris.

Sora sudah debut di industri perfilman Korea Selatan sejak 2009, tapi namanya melejit setelah berakting dalam film “Sunny” yang tayang dua tahun kemudian. Film “Sunny” telah diadaptasi oleh dua negara, yakni Jepang dan Indonesia.

Sora lantas mengenang proses menyelami karakter Ha Chun-hwa yang merupakan pemimpin geng Sunny. Dalam kehidupan nyata, dia bukanlah orang tertua dari deretan pemain Sunny.

 

Aktris Korea Selatan Kang Sora di konferensi pers Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019, Jakarta, Rabu (9/10/2019). ((Feed) News/ Nanien Yuniar)

“Saya termuda kedua, tapi yang lain memperlakukan saya seperti seorang pemimpin dan tertua, mereka sangat membantu saya jadi seorang pemimpin,” tutur dia.

Baca juga  Jagoan band Melayu unjuk gigi di Synchronize Festival

Sora mengungkapkan hubungannya dengan para pemain Sunny yang lain masih terjalin hingga sekarang, bahkan mereka rutin bertemu sebulan sekali.

Aktris yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia itu senang bisa menjadi perwakilan Korea dalam Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019 di mana filmnya ditayangkan.

“Saya merasa bangga dan senang, saya harap bisa melakukan sesuatu untuk mempromosikan film ini dan juga festival ini,” ujar Sora yang akan menonton “Bebas” untuk kali kedua malam ini.

Dia juga terkesan atas sambutan hangat dari para pemain “Bebas” yang baru ditemuinya di Jakarta.

“Kami baru bertemu lima menit, tapi saya diperlakukan seperti teman, rasanya nyaman dan saya merasa diterima,” ujar dia seraya tersenyum.

Sora, yang akan berperan sebagai dokter hewan dalam film terbarunya tahun depan, berjanji akan kembali ke Indonesia kelak.

“Ini adalah kali pertama, tapi pasti bukan terakhir…kurasa saya bisa menciptakan banyak memori dan pengalaman di sini. Saya ingin kesini lagi nanti,” ujar aktris yang akan hadir dalam pembukaan KIFF 2019, Kamis.

Baca juga  Arab Saudi pertandingkan gulat putri untuk pertama kalinya

Walau baru menghabiskan waktu sebentar di Indonesia, Sora mengaku sudah mencicipi salah satu makanan Nusantara: rendang.

“Rasanya enak, pedas. Mirip seperti makanan Korea,” ia berkomentar.
 

Aktris Korea Selatan Kang Sora (memegang mikrofon) di konferensi pers Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019, Jakarta, Rabu (9/10/2019). ((Feed) News/ Nanien Yuniar)

Kang Sora menjadi bintang tamu pada acara pembukaan Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019 yang berlangsung besok.

Pagelaran itu tak cuma berlangsung di Jakarta, tetapi juga Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Medan.

Sebanyak lima belas film asal Korea Selatan akan ditayangkan, antara lain “Parasite” yang memenangi penghargaan bergengsi Palme d’Or pada Cannes Film Festival di Prancis, “Extreme Job”, “The Gangster”, “Tazza: One Eyed Jack”, “The Cop The Devil”, dan “The Bad Guys: Reign of Chaos”.

Sementara “Bebas” menjadi satu dari lima film Indonesia yang diputar di festival tersebut.

Film “Bebas” bercerita tentang persahabatan enam remaja di Jakarta pada 1995-1996. Mereka terpisah selama 23 tahun dan akhirnya bertemu lagi.

Karakter-karakter remaja dalam “Bebas” dihidupkan oleh Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla, Lutesha, Zulfa Maharani, Baskara Mahendra. Sementara versi dewasanya dimainkan oleh Marsha Timothy, Susan Bachtiar, Indy Barends, Widi Mulia dan Baim Wong.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...