Ragam AgrariaLandak raih penghargaan dari KLHK untuk kampung iklim

Landak raih penghargaan dari KLHK untuk kampung iklim

Landak menargetkan desa proklim diutamakan dalam mengembangkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

Pontianak ((Feed)) – Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat mendapatkan penghargaan berupa sertifikat Program Kampung Iklim (Proklim) dalam acara Festival Iklim 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ada 4 desa yang sudah terdaftar di Sistem Registri Nasional (SRN) pada 2019 itu yaitu Desa Bentiang Mandomong, Desa Tenguwe, Desa Parek Kecamatan Air Besar dan Desa Kumpang Tengah kecamatan Sebangki,” ucap Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan lingkungan hidup Kabupaten Landak,  Elly Kornelia di Ngabang, Rabu.

Sertifikat penghargaan  ini diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar sebagai bentuk apresiasi terkait mitigasi perubahan iklim di daerah tersebut yang telah melewati proses verifikasi dan validasi panjang.

Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program  yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat  untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK (gas rumah kaca).

Selain itu sebagai pemberian pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Baca juga  KLHK dan PP Iptek luncurkan Wahana Ozon di TMII

Ia mengatakan bahwa pendaftaran desa Proklim melalui SRN tersebut  telah dilakukan validasi serta diverifikasi oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan.  

“Nantinya dari hasil validasi nilai keempat desa tersebut akan masuk dalam daftar desa yang diverifikasi di lapangan yang dilakukan oleh Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan Wilayah Kalimantan,” tuturnya.

Ia menambahkan ke depannya pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Landak menargetkan desa proklim sebagai desa yang diutamakan dalam mengembangkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Ini dilakukan melalui program yang ada, baik di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak maupun OPD yang terkait,” jelas Elly Kornelia.

Sementara itu, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengatakan sangat berterima kasih atas penghargaan yang diraih oleh Landak.

Baca juga  Seniman Indonesia buat instalasi di Amsterdam Light Festival

“Kita berharap penghargaan ini dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Landak,” ucap Karolin.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...