Ragam AgrariaAMI Awards 2019 angkat tema "Musik Bahasa Dunia"

AMI Awards 2019 angkat tema "Musik Bahasa Dunia"

Jakarta ((Feed)) – Anugerah Musik Indonesia (AMI) ke-22 mengusung tema yang masih berkesinambungan dengan tema-tema sebelumnya yaitu “Musik Bahasa Dunia”.

“Tema itu tercipta berkat adanya karya-karya musisi Indonesia semakin menunjukkan kualitas yang bisa bersaing dengan karya musisi luar negeri dan bahkan sudah banyak dinikmati oleh penggemar musik di mancanegara,” ungkap Ketua Umum Yayasan Anugerah Musisi Indonesia (YAMI), Dwiki Dharmawan dalam jumpa wartawan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa.

YAMI Melalui Dwiki juga menyatakan akan terus berkomitmen untuk berkiprah lebih aktif demi memberikan kontribusi pada kemajuan industri musik tanah air dengan meningkatkan aspek kualitas maupun kuantitas. Hal ini mengingat industri musik Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan di era digital.

“Kami (YAMI) ingin menjadi jembatan untuk musisi indonesia agar dapat bersinar di mancanegara, saat ini dunia berada di genggaman tangan kita melalui musik. Sudah saatnya sekarang insan musik Indonesia lebih maju dan lebih kreatif lagi serta lebih bisa berdiri dalam ‘playlist’ yang sama dengan musisi mancanegara,” kata Dwiki Dharmawan.

Baca juga  HP luncurkan Spectre x360 terbaru gabungkan worklife dan lifestyle

Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas, Dwiki menyampaikan bahwa amggota YAMI terbagi menjadi dua kategori yaitu; “Anggota Reguler” dan “Anggota Swara”.

Anggota YAMI sendiri pada saat ini berjumlah 2.754 anggota dan tergabung dengan AMI. 

Baca juga: Indonesia miliki tangga lagu resmi mingguan
Baca juga: Indonesia ajukan Ambon sebagai kota musik dunia

Dwiki menjelaskan “Anggota Reguler” bertugas dan memiliki hak untuk menetukan para calon nominasi yang  akan di nilai oleh dewan juri.

Sedangkan untuk “Anggota Swara” diisi oleh para pelaku industri musik seperti; komposer, produser, penata musik, dan lain sebagainya. 

“Mereka semua memiliki tugas menentukan calon nominasi dan sekaligus penerima penghargaan,” jelas Dwiki.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kategori YAMI Syahrani menjelaskan penilaian pada tahun ini sudah menggunakan sistem daring (online), sehingga lebih memudahkan para musisi untuk mendaftarkan karya-karyanyaa.

Baca juga  Australia tundukkan Georgia sebagai pemanasan jelang fase gugur

“Meski kita sudah menerapkan sistem online, kita juga tetap melakukan pertemuan guna memasukkan dan berdiskusi kategori yang cocok untuk musisi yang mendaftarkan karya-karyanya,” kata Syahrani.

Pengumpulan karya untuk AMI Awards 2019 berlangsung sejak Juli 2018 hingga Juni 2019. Semua data yang terkumpul kemudian akan dibawa dalam sidang kategorisasi, yang akan menempatkan semua lagu pada genre masing-masing dan sekaligus menentukan kategorisasi yang akan dinilai oleh pakar dan disebarkan keseluruh anggota YAMI untuk melakukan voting secara daring.

“Kami sudah bekerja keras meningkatkan layanan, semoga semua proses dapat dijalankan secara ‘fair’, transparan, dan berintegrasi sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Dwiki Dharmawan.

Baca juga: Dampak rencana pindah ibu kota terhadap dunia musik

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...