Ragam AgrariaDishut Sumsel hitung kerusakan hutan dampak karhutla

Dishut Sumsel hitung kerusakan hutan dampak karhutla

Palembang ((Feed)) – Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan berupaya melakukan pendataan dan penghitungan kawasan hutan yang mengalami kerusakan dampak kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2019.

“Kami belum mengetahui berapa luas hutan yang mengalami kerusakan akibat terjadinya karhutla dalam beberapa bulan terakhir, untuk mengetahuinya diturunkan tim ke sejumlah daerah yang mengalami karhutla,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Panji Cahyono di Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan, provinsi ini memiliki kawasan hutan produksi dan hutan lindung cukup luas yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

Berdasarkan data luas kawasan hutan di wilayah Sumsel sekitar 3,5 juta hektare, untuk menjaga hutan tersebut agar tetap bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, perlu dilakukan berbagai upaya pelestarian.

Untuk melestarikan hutan, pihaknya berupaya menjaga kerusakan dari ulah manusia melakukan penebangan pohon tanpa izin dan kegiatan lainnya serta faktor alam seperti pada musim kemarau rawan terbakar.

Baca juga  Quartararo ungguli Marquez di FP1 GP San Marino

Pencegahan kerusakan hutan dari ulah manusia, dilakukan pengawasan kawasan hutan secara ketat dengan memaksimalkan polisi kehutanan (Polhut) dan mengharapkan dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan pengawasan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan penebangan pohon di kawasan hutan secara liar atau tanpa izin sesuai dengan ketentuan UU lingkungan hidup.

Sedangkan untuk mengatasi masalah kerusakan hutan, pihaknya berupaya melakukan penanaman pohon (reboisasi) dan kegiatan lainnya, kata Panji.

Sementara sebelumnya Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Hairul Sobri mengatakan Dinas Kehutanan setempat dan pihak berwenang lainnya diminta untuk menertibkan kebun milik perusahaan besar yang berada di kawasan hutan produksi dan hutan lindung.

Berdasarkan data sekarang ini tercacat 119 perusahaan yang memliki izin pemanfaatan lahan untuk kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit, karet, tebu, dan teh berada di kawasan hutan dengan luasan mencapai sekitar 1,7 juta hektare.

Baca juga  Asap makin pekat, sekolah di Siak Riau diliburkan

Akibat banyaknya perusahaan perkebunan beroperasi di kawasan hutan, memberikan kontribusi yang besar terhadap kerusakan hutan di provinsi ini.

“Berdasarkan pengamatan aktivis lingkungan dan laporan masyarakat, kerusakan hutan di sejumlah daerah masih berlanjut baik disebabkan faktor alam maupun ulah manusia,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, aparat berwenang diminta untuk melakukan berbagai upaya penyelamatan dan pelestarian hutan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.

Luas hutan di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini mencapai 3,5 juta hektare lebih, dari jumlah tersebut sebagian besar diperkirakan mengalami kerusakan baik ringan maupun berat, kata Sobri.

Bank Dunia Bantu Cegah Karhutla di Sumsel

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...