Ragam AgrariaPemkot Bekasi targetkan bebas plastik 2020

Pemkot Bekasi targetkan bebas plastik 2020

sosialisasi tentang kawasan bebas plastik ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu

Bekasi ((Feed)) – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menargetkan wilayahnya akan bebas dari penggunaan plastik pada tahun 2020 dengan langkah awal melarang penggunaan plastik di Kompleks Perkantoran Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

“Kita mulai dari lingkungan pemerintah kota terlebih dahulu,” kata Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Ferdinan di Bekasi, Selasa.

Ferdinan menjelaskan larangan penggunaan plastik tertuang dalam Peraturan Wali Kota Bekasi tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, dan Instruksi Wali Kota Bekasi tanggal 31 Mei 2019 tentang Pencanangan Program Kantor Bersih dan Bebas Sampah di Lingkungan Komplek Perkantoran Jalan Ahmad Yani.

Kemudian Surat Edaran Wali Kota Bekasi tanggal 13 Agustus 2019 tentang Program Kantor Bersih, Sehat dan Bebas Sampah serta Surat Edaran Wali Kota Bekasi tanggal 27 September 2019 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik/Kemasan Plastik yang diberlakukan mulai 1 Oktober 2019.

Baca juga  Sudah sebulan Pekanbaru terus diselimuti kabut asap karhutla

Menurut Ferdinan penetapan kawasan bebas plastik sebenarnya sudah dilakukan sejak Mei 2019 di lingkungan Kompleks Wali Kota Bekasi. Lalu pada Agustus 2019 mulai disebar edaran sebagai salah satu bentuk sosialisasi sebelum akhirnya efektif diberlakukan mulai Oktober 2019.

“Jadi sosialisasi tentang kawasan bebas plastik ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu,” ucapnya.

Penerapan ini tidak hanya berlaku untuk aparatur namun juga para pedagang yang berniaga di kompleks kantor wali kota. Selama sosialisasi sudah mulai terlihat adanya perubahan antara lain sikap aparatur yang membawa tempat minum dan makanan sendiri, juga peniadaan snack box dan air minum kemasan sekali pakai tiap kali rapat.

“Sebagai gantinya, galon air disebar agar mudah mengisi ulang botol minum dan kudapan saat rapat dihidangkan dalam piring sehingga tidak menghasilkan tumpukan sampah kotak juga plastik sesudahnya,” kata dia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik sejak Maret lalu kendati penerapannya dilakukan secara bertahap mulai dari sosialisasi hingga penindakan.

Baca juga  Tundukkan Norwich 3-2, Chelsea raih kemenangan perdana musim ini

“Sebab jika langsung mengambil kebijakan ekstrem dengan langsung melarang, kenyataannya kantong plastik masih dibutuhkan untuk keperluan tertentu,” katanya.

Rahmat mengakui aksi pengurangan kantong plastik belum merata dan masif sifatnya namun aksi-aksi kepedulian mengurangi penggunaan kantong plastik sudah mulai muncul baik dari pihak ritel maupun warga.

Saat ini sampah plastik menyumbang 15 persen dari total sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

“Yang sangat mendominasi adalah sampah anorganik yang jumlahnya mencapai 55 persen, disusul sampah organik sebanyak 30 persen. Tapi bisa jadi lama-lama sampah plastik menjadi penyumbang terbanyak,” ungkapnya.

Rahmat meminta masyarakat mengambil peranan penting dalam upaya pengurangan sampah misalnya dengan mengolah sendiri sampah organik dengan metode pengomposan sederhana lalu mengurangi penggunaan plastik yang ujung-ujungnya berakhir di tempat sampah.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...