Ragam AgrariaKebakaran lahan Pekanbaru hanguskan kebun nanas

Kebakaran lahan Pekanbaru hanguskan kebun nanas

pelakunya sudah diamankan polisi kemarin

Pekanbaru ((Feed)) – Kebakaran lahan gambut di Kota Pekanbaru, Riau, merambat hingga ke kebun nanas milik warga setempat menyebabkan tanaman dan juga hewan lainnya mati.

Berdasarkan pantauan (Feed), kebakaran lahan gambut di Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki, mulai terlihat mencapai kebun nanas sejak Senin sore (7/10) dan hingga Selasa ini masih belum bisa dipadamkan secara menyeluruh.

Di lokasi tersebut juga ditemukan sedikitnya tiga bangkai ular yang mati terpanggang akibat panasnya kebakaran lahan gambut.

Petugas pemadam kebakaran gabungan dari Satgas Karhutla Riau terus berupa melakukan pemadaman, namun belum mendapatkan hasil maksimal karena cuaca panas dan semak belukar di daerah tersebut sangat kering karena lama tidak turun hujan.

Luas kebakaran di lahan tersebut diperkirakan sekitar satu hektare, dan kini sudah disegel oleh kepolisian setempat.

Baca juga  Tommy Salim klaim pole position Supermoto 76 Trial Game Asphalt

Menurut keterangan warga, kebakaran lahan diduga dipicu oleh penjaga kebun nanas yang membakar semak, namun api terus menyebar di lahan gambut hingga membakar kebun nanasnya sendiri.

“Pelakunya sudah diamankan polisi kemarin (Senin) malam,” kata seorang warga, Ferdi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Selasa pagi satelit Terra Aqua mendeteksi ada 12 titik panas di Riau yang jadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Titik panas paling banyak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak sembilan titik, kemudian di Kampar, Bengkalis dan Kuansing masing-masing ada satu titik panas.

Dari jumlah tersebut ada delapan yang dipastikan titik api karhutla. Lokasinya di Inhu paling banyak, yakni enam titik. Selain itu ada juga di Bengkalis dan Kampar masing-masing satu titik.

Sementara itu, berdasarkan data pemadam kebakaran Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas kebakaran lahan gambut di Kampar diperkirakan mencapai empat hektare. Lokasi tepatnya di Jl. Harapan Raya Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang.

Baca juga  Gajah liar birahi masuk ke permukiman penduduk di Riau

Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar, kelapa sawit, nanas dan pakis yang merupakan milik warga. Manggala Agni menemukan indikasi kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan.

Teknis pemadaman menggunakan satu unit mesin mini strike untuk penyuplai air ke Bak Penampung dan satu unit mesin induk Max3 sebagai Pompa Utama dengan dua jalur pemadaman.

Sumber air untuk pemadaman sangat terbatas karena, kanal-kanal yang ada di sekitar titik api telah kering.

Pemadaman juga dibantu oleh satu unit heli “Water Bombing” dari Satgas Udara Karhutla Riau. Sampai kini kebakaran di Kampar belum padam total.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...