Ragam AgrariaPemadaman kebakaran kawasan Gunung Ciremai terkendala angin kencang

Pemadaman kebakaran kawasan Gunung Ciremai terkendala angin kencang

Majalengka ((Feed)) – Pemadaman kebakaran di kawasan lereng Gunung Ciremai terkendala angin kencang sehingga api semakin besar dan sulit dikendalikan, kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Agus Permana.

“Api masih sulit dikendalikan, karena angin cukup kencang dan berubah-ubah,” kata Agus di Majalengka, Senin.

Menurutnya, angin yang berhembus cukup kencang membuat upaya pemadaman terkendala. Meskipun sudah dibuat sekat bakar, namun bisa dilewati karena tiupan angin.

Selain itu, dengan kencangnya angin juga membuat personel yang melakukan pemadaman terganggu dan sulit bernafas.

“Angin cukup kencang dan berubah-ubah arahnya, sehingga dapat melewati sekat bakar. Kemudian asap cukup tebal mengganggu upaya pemadaman dan pembuatan sekat bakar, menyulitkan pernapasan personel di lapangan,” tuturnya.

Tidak hanya angin yang menjadi kendala pemadaman kebakaran kali ini, medan juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan api semakin tidak bisa dikendalikan.

Baca juga  MENGKOMUNIKASIKAN PERUBAHAN IKLIM

Selain itu lanjut Agus, bahan bakar atau lahan yang terbakar berupa semak-semak, ilalang dan daun kering, sehingga memicu kobaran api cukup besar dan pergerakan api sulit dikendalikan.

“Lokasi berada pada daerah yang susah dijangkau dan menyebar di beberapa titik, sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar,” katanya.

Kebakaran sendiri terjadi sejak hari Jumat (4/10) lalu dan sampai saat ini belum bisa dikendalikan. Kawasan yang terbakar yaitu hutan pinus di ketinggian 800-1.200 Mdpl.*

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...