Ragam AgrariaASEAN dorong olahraga tradisional dilombakan di ajang internasional

ASEAN dorong olahraga tradisional dilombakan di ajang internasional

Jakarta ((Feed)) – Negara ASEAN melalui “The 9th ASEAN Senior Officials Meeting on Sports (SOMS-9)” di Manila Filipina, Senin, sepakat untuk mendorong cabang olahraga tradisional agar bisa menjadi cabor unggulan untuk dilombakan dalam Asian Games atau Olimpiade jika memungkinkan.

Cabang olahraga tradisional yang dimaksud antara lain Pencak Silat, Sepak Takraw, dan Muaythai, diharapkan bisa menjadi fokus negara ASEAN agar bisa “naik kelas” meski sadar usaha tersebut bukan hal mudah.

Melalui keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) di Jakarta, Senin, pembahasan juga berlanjut pada pembahasan masalah cabang olahraga yang ditandingkan dalam SEA Games.

Dalam pembahasan ini, seluruh negara ASEAN sepakat untuk berkoordinasi dengan National Olympic Committee (NOC) masing-masing agar pada SEA Games berikutnya konsisten hanya mempertandingkan cabang yang berbasis Olimpiade.

Baca juga  Gaya Luna Maya saat hadiri peluncuran koleksi Coach 2020

Guna mewujudkan hal itu maka diperlukan pula usaha mengamandemen SEA Games Federation Charter tertentu.

Dengan perubahan tersebut, harapannya tuan rumah tetap bisa menambah cabang olahraga yang diinginkan namun tetap dengan sangat membatasi jumlahnya dan harus sesuai dengan persetujuan negara ASEAN lainnya.

Pada pertemuan ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, dengan agenda pertemuan yang akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober 2019.

Selanjutnya, pertemuan tersebut berlanjut pada tanggal 9 Oktober untuk tingkat “The 5th ASEAN Ministerial Meeting (AMMS-5)” yang berlangsung di kota yang sama.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...