Ragam AgrariaMenpar lepaskan anak burung maleo di TNBNW

Menpar lepaskan anak burung maleo di TNBNW

ditunggu sampai anak maleo terbang atau jalan sendiri. Tidak boleh gaduh

Gorontalo ((Feed)) – Menteri Pariwisata Arief Yahya melepaskan anak Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Minggu.

Menpar didampingi Wagub Gorontalo Idris Rahim dan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, melepas anak Maleo berumur sekitar dua minggu yang sebelumnya telah ditetaskan di bangunan penetasan (hatchery) taman nasional tersebut.

Kepala Balai TNBNW Supriyanto menjelaskan kepada rombongan, tentang aturan melepas anak maleo ke alam. “Maleo dilepaskan dengan cara dipegang dan dilepas sekitar 20 sentimeter dari tanah, ditunggu sampai anak maleo terbang atau jalan sendiri. Tidak boleh gaduh,” katanya.

Maleo merupakan burung endemik Sulawesi, serta terdaftar sebagai Endangered species atau genting/terancam dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List).

Burung ini dilindungi di Indonesia dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999, serta terdaftar dalam Appendix 1 pada daftar CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Di Provinsi Gorontalo, habitat maleo ada di TNBNW Kabupaten Bone Bolango dan Cagar Alam Panua di Kabupaten Pohuwato.

Baca juga  Uni Eropa selidiki praktik pengumpulan data Google

Wild Conservation Society (WCS) mengidentifikasi sebanyak 134 lokasi peneluran (nesting ground), atau sekitar 287,115 hektare di dalam kawasan TNBNW dan sekitarnya.

Hampir dua per tiga dari lokasi tersebut masih dikunjungi oleh maleo.

Menpar berkunjung ke Gorontalo dalam rangka Gorontalo Karnaval Karawo 2019 yang digelar Minggu sore.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...