Ragam AgrariaJagoan band Melayu unjuk gigi di Synchronize Festival

Jagoan band Melayu unjuk gigi di Synchronize Festival

Jakarta ((Feed)) – Synchronize Festival hari kedua yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Sabtu (5/10) malam, menghadirkan jagoan-jagoan band Melayu yang pernah populer di era 2000an.

Mereka adalah Radja, Setia Band, Wali, dan juga Andika eks Kangen Band yang tampil dipandu oleh Oom Leo Berkaraoke di panggung Dynamic Stage.

Meski waktu telah menunjukkan lewat tengah malam, namun penonton masih terlihat antusias menantikan penampilan perdana band-band Melayu di Synchronize Festival.

“Saya akan memandu kalian untuk berkaraoke,” ujar Oom Leo yang tak lama berselang memanggil boyband Sm*sh ke atas panggung untuk menyanyikan lagu-lagu andalannya.

Kehadiran Sm*sh merupakan kejutan yang tidak diketahui penonton. Sm*sh kemudian membawakan lagu “I Heart You” dan “Inikah Cinta” yang disambut meriah oleh penonton.

Boyband yang berencana untuk come back setelah vakum cukup lama itu masih tampil enerjik dengan koreografi yang kompak di atas panggung. Walaupun hanya dua lagu, namun kedatangan Sm*sh memberi warna sekaligus kejutan yang tidak diduga penonton.

“Dan selanjutnya tanpa berpanjang lebar. Siapa yang mau kalian panggil duluan,” sahut Oom Leo Sebelum memanggil Radja sebagai penampil pertama.

Melayu total

Kedatangan band yang dimotori oleh Ian Kasela itu langsung disambut tepuk tangan penonton yang kebanyakan anak muda. Lagu “Benci Bilang Cinta” pun dibawakan oleh Radja sebagai suguhan pembuka.

Baca juga  BPBD pastikan EWS lahar Merapi berfungsi

“Ini belum pada ngantuk. Jujur gue aja tadi nunggu nguap mulu. Gue yakin semua yang di sini pasti senang dan happy,” kata Ian Kasela memuji antusias penonton yang ikut bernyanyi bersama.

Sejumlah hits Radja juga dibawakan, seperti “Tulus”, “Bulan”, “Cinderella”, hingga “Jujur” sebelum akhirnya mereka benar-benar menyudahi penampilannya.

Usai Radja, giliran Andika eks Kangen Band yang dipanggil Oom Leo ke atas panggung. Sorak-sorai penonton menyambut kehadiran Andika di atas panggung.

Tanpa basa-basi, lagu “Tentang Aku, Kau, dan Dia” menggema. Lagu tersebut merupakan single populer Kangen Band yang diambil dari album perdana mereka. Kejutan kembali dihadirkan dengan kemunculan Dody yang tak lain merupakan gitaris dari Kangen Band.

“Synchronize keren. Saya sudah dari 2012 tidak pernah ketemu Dody, tapi di panggung ini kita ketemu,” ujar Andika.

Duet maut Andika dan Dody membius penonton dengan membawakan sejumlah lagu Kangen Band, seperti “Doy”, “Terbang Bersamaku”, dan “Yolanda”.

Selanjutnya panggung Dynamic Stage diambil alih oleh Setia Band yang langsung membawakan lagu “Rasa Yang Tertinggal” yang pernah meledak di tahun 2005.

Baca juga  Bottas kembali ungguli Hamilton, Mercedes dominasi latihan GP Jepang

“Malam ini menjadi saksi sejarah doa yang akan terkabul. Semua yang ada di sini akan dikasih rezeki yang berlimpah,” kata Charly Van Houten yang kemudian disambut tepuk tangan penonton.

Setia band tampil cukup atraktif dengan aransemen musik yang jauh lebih kencang. Lagu-lagu seperti “Bintang Kehidupan”, “Cari Pacar Lagi”, hingga “P.U.S.P.A” pun sukses di memancing karaoke massal penonton.

Setelah Setia band menuntaskan penampilan, kini giliran Wali yang aksinya telah lama dinantikan oleh penonton. Grup yang dimotori oleh Faank sebagai vokalis langsung membawakan lagu “Bocah Ngapa Yak”.

Visual layar pada latar belakang panggung menampilkan lirik dari lagu tersebut yang seolah mengomando penonton untuk bernyanyi bersama. Sama seperti band sebelumnya, Wali dijatahi lima lagu di Synchronize Festival.

Sejumlah lagu populer Wali tak ketinggalan menggema, seperti “Yank”, “Bukan Bang Toyib”, “Gajah Dibalik Batu”, dan ditutup dengan “Cari Jodoh”.

Meskipun kejayaan musik Melayu telah lewat, namun kehadiran pentolan band-band Melayu mampu bangkitkan nostalgia rekam jejak perjalanan musik Indonesia.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...