Ragam AgrariaLebih dari 24 jam kawasan pegunungan Malabar Bandung terbakar

Lebih dari 24 jam kawasan pegunungan Malabar Bandung terbakar

asap yang dihasilkan dari kebakaran itu sudah menutupi hampir keseluruhan pegunungan.

Bandung ((Feed)) – Sudah lebih dari 24 jam Pegunungan Malabar di Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengalami kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan asap putih terlihat mengepul ke langit.

Menurut seorang warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kavin Faza, kebakaran tersebut telah terjadi sejak Jumat (4/10) sekira pukul 20.00 WIB.

“Asapnya terlihat putih tebal, itu asapnya udah ke mana-mana,” kata Kavin saat dihubungi dari Bandung, Sabtu.

Dia menduga kini kebakaran lahan yang terjadi di Pegunungan Malabar itu semakin meluas. Kepulan asap yang dihasilkan dari kebakaran itu, kata dia, sudah menutupi hampir keseluruhan pegunungan.

“Tinggal kaki gunungnya yang terlihat, sekitar jam 09.00 WIB tadi juga masih terlihat kebakaran,” kata Kavin.

Sementara itu, Byan Latief seorang aktivis pecinta alam yang berdomisili di Kecamatan Banjaran mengatakan hingga Sabtu (5/10) pukul 13.30 WIB asap kebakaran masih terlihat.

Baca juga  Sindhu tunggal putri India pertama yang jadi juara dunia

Menurutnya kawasan yang terbakar masih termasuk wilayah Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Hingga kini ia masih belum mengetahui penyebab kebakaran lahan tersebut.

“Saya juga belum tahu apa yang terbakar dan penyebab kebakaran, nanti saya cari tahu ke kawan-kawan pecinta alam yang di sana,” kata Byan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...