Ragam AgrariaPradiabetes bisa kembali normal dengan datangi Posbindu

Pradiabetes bisa kembali normal dengan datangi Posbindu

Jakarta ((Feed)) – Penelitian menunjukkan orang dengan kondisi pradiabetes atau memiliki potensi terkena penyakit gula darah masih bisa kembali normal dengan mendatangi Pos Binaan Terpadu (Posbindu) melakukan pengecekan kesehatan dan melakukan upaya pencegahan.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Dr dr Pradana Soewondo Sp.PD di acara Forum Merdeka Barat di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, Jumat, mengatakan orang yang telah dalam kondisi pradiabetes memiliki kemungkinan kembali normal dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin selama tiga bulan di Pos Binaan Terpadu (Posbindu).

“Di Bogor dilakukan penelitian mengenai penyakit tidak menular yang dimulai dan 2010 akan selesai 2020. Saat diikuti, peserta yang masuk kategori pradiabetes 60 persennya balik normal dalam masa pengamatan empat sampai lima tahun,” kata dia.

Alasan kuatnya, kata Prof Pradana, sebanyak 5 ribu orang yang diteliti rutin mendatangi Posbindu dalam tiga bulan. Walaupun penelitian tersebut belum selesai, Pradana berasumsi bahwa dengan mendatangi Posbindu bisa mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.

Baca juga  Mercedes waspadai ancaman Ferrari di Monza

“Bisa dikatakan ini salah satu bukti kalau kita mengunjungi Posbindu secara rutin bisa mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular,” kata dia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengatakan hingga saat ini sudah terdapat sekitar 55 ribu Posbindu yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemenkes menargetkan untuk membuat minimal satu Posbindu pada satu desa.

Posbindu tersebut merupakan langkah yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat dengan tujuan menekan angka penderita PTM tersebut.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Posbindu minimal adalah pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, dan gula darah. Setelah itu kader di Posbindu akan memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap kondisi kesehatannya.

Kementerian Kesehatan kini memperluas Posbindu ke kalangan mahasiswa melalui kerja sama dengan empat perguruan tinggi dengan program yang diberi nama Kampus Sehat.

Baca juga  Samsung pimpin penjualan "smartphone" dunia

Program Kampus Sehat sama halnya dengan Posbindu yang ditempatkan di setiap fakultas perguruan tinggi. Universitas yang memulai Kampus Sehat adalah Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Perluasan deteksi dini penyakit tidak menular dimaksudkan untuk menjaga bonus demografi sumber daya manusia Indonesia dengan mengendalikan faktor risiko penyakit di kalangan mahasiswa.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...