Ragam AgrariaOgan Komering Ilir bentuk tim investigasi kebakaran lahan

Ogan Komering Ilir bentuk tim investigasi kebakaran lahan

dalam waktu satu jam sumur bor dapat mengeluarkan air 16.000 liter

Palembang ((Feed)) – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, membentuk tim investigasi kebakaran hutan dan lahan dengan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan penegakan hukum pada kasus tersebut.

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar  di Palembang, Jumat, mengatakan tim ini terdiri atas personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Pertanahan, Manggala Agni, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan UPTD Kementrian Kehutanan.

“Kami tentunya dibantu TNI/Polri untuk menginvetarisasi lahan terbakar, melakukan pemetaan detail hingga investigasi penyebab dan akibat meluasnya kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah OKI,” kata dia.

Kepala BPDB Kabupaten OKI Listiadi Martin mengatakan tim ini akan bertugas memetakan lokasi terbakar secara detil baik wilayah, ruang, luasan, vegetasi hingga status lahan serta dampak yang terjadi.

Baca juga  Pemkab Lumajang bantu padamkan kebakaran hutan di Gunung Semeru

“Ada tidaknya perbuatan yang melanggar larangan pembakaran akan didalami,” kata dia.

Selain upaya investigasi tambah Listiadi, tim juga bertugas melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan areal terbakar hingga upaya penanggulangannya.

Untuk langkah pencegahan, Pemkab merencanakan pembangunan beberapa unit sumur bor yang lokasinya akan dipetakan oleh tim investigasi ini, kata dia.

Terkait pembuatan sumur bor, sebelumnya Dandim 0402 Ogan Komering Ilir Letkol Inf Riyandi, mengatakan, sumur bor terbukti dapat digunakan untuk pemadaman api dengan cepat. Selain itu, sumur bor bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Di lokasi ini (Sepucuk) kami menggali 10 titik sumur bor. Tapi ada juga di Pampangan, Pangkalan Lampan, dan Tulung Selapan ada 14 titik. Ditambah lagi dari tim BRG,” kata Riyadi.

Riyandi mengatakan kapasitas air sumur bor dapat mencapai 4 liter per detik, artinya dalam waktu satu jam sumur bor dapat mengeluarkan air 16.000 liter di musim kemarau atau setara dengan kemampuan empat mobil damkar berisi 4.000-5.000 liter untuk satu damkar.

Baca juga  Pemulihan lahan gambut terbakar tunggu arahan Dirjen Gakkum

“Hitungan kami ini sama dengan damkar, bedanya mobil itu membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa jangkau langsung titik karhutla. Kalau sumur bor langsung,” kata Dandim.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...