Ragam AgrariaDua tanaman langka tumbuh mekar di Kebun Raya Bogor

Dua tanaman langka tumbuh mekar di Kebun Raya Bogor

Dua tanaman langka kembali tumbuh mekar. Tahun ini adalah tahun yang spesial karena Bunga Rafflesia kembali mekar untuk ke-16 kalinya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir

Bogor ((Feed)) – Dua tanaman langka di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, Amorphophallus Gigas dan Rafflesia Patma atau biasa disebut bunga bangkai kembali tumbuh mekar.

Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kebun Raya Bogor, Ayi Doni Darussalam kepada Antara di Bogor, Kamis, menyebutkan bahwa khusus untuk Bunga Rafflesia, jika dihitung intensitas pertumbuhannya sudah mencapai 16 kali mekar dalam 10 tahun terakhir.

“Dua tanaman langka kembali tumbuh mekar. Tahun ini adalah tahun yang spesial karena Bunga Rafflesia kembali mekar untuk ke-16 kalinya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” ujar pria yang akrab disapa Doni itu.

Baca juga  Lenovo luncurkan laptop ThinkBook 14 mulai Rp7 jutaan

Sedangkan Amorphophallus Gigas pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada tanggal 4 Januari 2007. Tanaman ini memiliki tinggi sekitar dua meter dan dapat mekar sempurna selama satu hari. Tapi, bunga gigas masih bisa bertahan dalam kurun waktu empat hari.

Tanaman asal Padang Sidempuan, Sumatra Barat itu menurut Doni tumbuh di tanah yang gembur atau berpori-pori dengan asupan air yang cukup. Sebab, jika air yang masuk ke akar gigas terlalu berlebihan maka umbi bakal membusuk.

Selain itu, menurutnya tanaman ini bisa tumbuh meninggi sampai empat meter. Gigas bisa tumbuh satu sampai tiga tahun tergantung besarnya umbi, tapi hanya mekar saat malam hari.

“Uniknya kedua koleksi ini sering disebut sebagai Bunga Bangkai, mungkin karena sama-sama mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kedua tanaman langka ini memiliki bentuk yang cantik dan merupakan kekayaan alam Indonesia yang sangat berharga dan langka,” kata Doni.

Baca juga  Ratusan orang bersihkan perairan Dumai dari sampah plastik

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...