Ragam AgrariaBMKG ingatkan waspadai dampak Typhoon di Filipina

BMKG ingatkan waspadai dampak Typhoon di Filipina

Saat ini terdapat Typhoon MITAG 975 hPa di Laut Filipina dan pola sirkulasi eddy di Selat Karimata

Kupang ((Feed)) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan operator pelayaran untuk mewaspadai dampak Typhoon yang dapat memicu gelombang tinggi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah-wilayah perairan laut yang perlu diwaspadai antara lain, Laut Timor Selatan NTT, Laut Sawu, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba bagian barat, kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Senin.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan Tyhoon yang terjadi di Laut Filipina, dan dampaknya terhadap cuaca di wilayah NTT.

“Saat ini terdapat Typhoon MITAG 975 hPa di Laut Filipina dan pola sirkulasi eddy di Selat Karimata,” ujar dia.

Baca juga  Cinta pertama remaja cantik pada tanah organik

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan 4-15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kupang, Laut Arafuru, dan Perairan Merauke.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, katanya.

Dia mengharapkan adanya perhatian terhadap risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada, katanya menambahkan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...