Ragam AgrariaLereng Gunung Wilis dihijaukan ratusan siswa madrasah di Tulungagung

Lereng Gunung Wilis dihijaukan ratusan siswa madrasah di Tulungagung

Penanaman pohon ini bentuk kepedulian siswa dan sekolah dalam melestarikan lingkungan hutan di Tulungagung

Tulungagung, Jatim ((Feed)) – Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Tulungagung, Jawa Timur, Minggu menggelar acara bakti sosial penghijauan di dalam kawasan lindung lereng Gunung Wilis dengan menanam aneka bibit tanaman buah di area lahan yang gundul.

Bakti lingkungan menanam pohon siswa itu juga diikuti pula belasan tim sukarelawan sendang (kolam di pegunungan), pegiat lingkungan dan jajaran Perhutani.

Kepala MTsN 6 Tulungagung M Asrori menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang akan jatuh pada 1 Oktober nanti.

“Penanaman pohon ini bentuk kepedulian siswa dan sekolah dalam melestarikan lingkungan hutan di Tulungagung,” kata Asrori.
 

Sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Tulungagung menanam bibit tanaman keras di aksi bakti tanam pohon dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di kawasan hutan lindung lereng Gunung Wilis, Desa Geger, Tulungagung, Jatim, Minggu (29/9/2019). (FOTO (Feed)/IST)

Mengambil lokasi penanaman pohon di kawasan hutan lindung, lereng Gunung Wilis, Desa Geger, Kecamatan Sendang, para siswa yang awalnya diangkut menggunakan kendaraan roda empat harus berjalan kaki mengikuti jalan setapak cukup jauh.

Baca juga  Sejumlah titik api kembali muncul di Gunung Arjuno

Namun jalan terjal dan menanjak tidak menyurutkan semangat para siswa, guru, pegiat pramuka dan sukarelawan untuk mencapai titik lokasi lahan hutan lindung yang telah gundul.

Sesampai di lokasi, mereka dengan menggunakan cangkul dan aneka peralatan yang dibawa mulai menanam aneka bibit pohon yang telah disiapkan, seperti bibit tanaman buah durian, alpokat, nangka, aren, rambutan, dan beberapa jenis tanaman buah lainnya.

“Alhamdulillah, Desa Geger sudah mulai turun hujan. Insya Allah tanamannya banyak yang hidup,” demikian Asrori. 

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...