Ragam AgrariaAksi sportif Braima Dabo membuat dunia terpana

Aksi sportif Braima Dabo membuat dunia terpana

Doha, Qatar ((Feed)) – Braima Dabo dari Guinea-Bissau tak akan memenangi  medali kejuaraan dunia atletik, tetapi dia membuat dunia kagum pada Jumat waktu setempat setelah membantu Johnathan Busby dari Aruba guna melintasi garis finish 5.000 meter putra.

Aksinya ini disebut sebagai unjuk sportivitas nan memukau.

Itu adalah akhir menyakitkan sekaligus mengharukan pada heat pembuka nomor 5.000m putra ketika Busby yang tertekan dan hampir pingsan, ditolong oleh Dabo pada putaran terakhir untuk mencapai garis finis. Kedua atlet itu melintasi garis finis untuk disambut tepuk tangan meriah penonton di Stadion Khalifa.

“Tujuan utama saya adalah mewakili negara saya sebaik mungkin dan saya senang bisa membantu orang lain,” kata Dabo yang berbahasa Portugis kepada Reuters. “Saya melihat dia tak berlari dengan cara yang benar, dia oleng, saya tahu dia tak akan sampai finis.”

Baca juga  PSM juara Piala Indonesia 2019

“Saya sudah tahu saya tak akan bisa memecahkan rekor pribadi saya, jadi begitu saya tahu itu, lebih baik mengejar tujuan utama, yaitu menuntaskan lomba. Pikiran saya adalah membantu dia menyelesaikan lomba, itu poin dari lomba ini.”

Heat ini dimenangkan oleh Selemon Barega dari Ethiopia dengan catatan waktu 13 menit 24,69 detik, tetapi upaya heroik yang berlangsung di belakang pemenanglah yang memenangkan hati penonton.

Ketika kedua atlet melintasi garis finish hampir lima menit kemudian, Dabo memapah Busby sampai personel darurat muncul hingga pelari Aruba itu didudukkan di kursi roda dan dibawa ke luar dari lintasan.

Tak ada kabar soal kondisi Busby yang berusia 33 tahun.

“Dia berterima kasih kepada saya dan dia kesakitan, dia tak bisa bicara banyak, lagi pula, bahasa kami berbeda sehingga tak bisa lama berbicara,” kata Dabo seperti dikutip Reuters.

Baca juga  Persis Solo terancam kehilangan dua pilar saat tandang ke PSIM

Ditanya tentang reaksi orang banyak terhadap sikap sportifnya, Dabo yang rendah hati mengatakan tak ada yang berubah.

“Saya tetap sama seperti yang dulu – saya bangga ada di sini mewakili negara saya.”

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...