Ragam AgrariaIkuti perubahan lanskap digital, Shopee gelar lokakarya

Ikuti perubahan lanskap digital, Shopee gelar lokakarya

Palembang ((Feed)) – Perusahaan e-comerce Shopee menggelar lokakarya program kemandirian yang ditujukan untuk siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam menghadapi lanskap digital.

“Shopee sangat berkomitmen untuk mendorong ekosistem digital ke seluruh masyarakat. Kami ingin membuat anak muda melek digital, kita fokus ke anak SMA, terutama Palembang karena ingin melihat potensi di luar Jawa,” ujar Country Brand Manager Shopee Indonesia, Rezki Yanuar, di Palembang, Jumat.

Hal ini, menurut Rezki, perlu dilakukan seiring dengan perubahan lanskap digital yang berhubungan dengan perilaku offline ke online masyarakat saat ini.

Perubahan offline ke online, lanjut Rezki, sudah diprakarsai oleh smartphone, bahkan desktop juga sudah ditinggalkan di mana semua orang beralih ke perangkat mobile.

Perubahan ini juga mendorong perubahan pada sistem pembayaran dengan adanya lebih banyak opsi, mulai dari akun virtual hingga e-money. Tidak hanya sistem pembayaran yang berubah, sistem logistik juga ikut bertransformasi.

Baca juga  Madura United takluk atas Bali United 0-1

“Nah ini ekosistem berubah karena e-commerce bertumbuh besar,” kata Rezki.
 

Suasana workshop “Muda Berdaya,” yang diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat, di Palembang, Jumat (27/9/2019). (HO/Shopee Indonesia)

Untuk mengikuti perubahan tersebut, Shopee bekerjasama dengan Semua Murid Semua Guru (SMSG) dan Kampus Shopee menggelar program pendidikan “Muda Berdaya” yang diikuti oleh 100 kelompok peserta dari siswa SMA dan sederajat.

“Outputnya kita ingin membuat anak muda yang kreatif. Dari 100 kelompok disaring 20 kelompok, tiga hari diberikan workshop, kemudian dipilih 10 kelompok untuk ikut Kampus Shopee,” ujar Rezki.

Workshop yang dilakukan selama tiga hari tersebut membahas tentang marketing, lanskap digital dan cara berjualan online.

Dari program tersebut akan dipilih tiga kelompok pemenang yang akan mendapatkan uang modal usaha. Penilaian bukan hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga keberlangsungan dan efek sosial.

“Kita akan melihat dulu bagaimana produk ini berjalan. Ketika ini bisa berjalan, kita akan memikirkan untuk ke kota lain,” kata Rezki.

Baca juga  Lenovo kenalkan V1300, laptop canggih untuk pelaku UMKM

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...