Ragam AgrariaLuas hutan yang terbakar di Gunung Semeru capai 198 hektare

Luas hutan yang terbakar di Gunung Semeru capai 198 hektare

Akan dilakukan terlebih dahulu shalat istisqo sebelum dilakukan operasi pemadaman kebakaran

Lumajang, Jawa Timur ((Feed)) – Luas kawasan hutan yang terbakar di Gunung Semeru  di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur mencapai 198 hektare.

“Berdasarkan laporan dari SPTN Wilayah III Resort Ranupani tercatat luas kebakaran mencapai 198 hektare dan sebagian besar titik api sudah berhasil dipadamkan,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di Lumajang, Jumat.

Lokasi kebakaran hutan di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu berada di Blok Jambangan, ungup-ungup, cemoro kandang, dan jalur evakuasi timur Gunung Kepolo di Resort PTN Ranupani.

“Vegetasi yang terbakar yakni semak-semak, krinyu, serasah, rumput, genggeng, kemlandingan, pakis, akasis, dan cemara, sedangkan jarak lokasi sumber air ke titik api sekitar 1 hingga 4 kilometer,” tuturnya.

Baca juga  Generasi muda berunjuk rasa untuk urgensi kesadaran perubahan iklim

Ia mengatakan beberapa blok sudah berhasil dipadamkan dan titik api menurun tinggal empat yang belum bisa dipadamkan yang berada di beberapa blok tersebut.

“Pengaruh angin yang sangat kencang, cuaca panas, bertebing dan berbukit, sehingga hal tersebut sangat menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman di kawasan hutan Gunung Semeru yang terbakar,” katanya.

Wawan menjelaskan kondisi di Pos Ranupani maupun Ranu Kumbolo tidak ada aktifvitas pendakian, sehingga benar-benar steril dari pendakian, kemudian di Blok batu tulis, ledok tirem, bantengan dan sekitarnya sudah berhasil dipadamkan
.
Rencana selanjutnya, lanjut dia, akan dilakukan terlebih dahulu shalat istisqo’ (shalat minta hujan) pukul 09.00 WIB di halaman parkir TNBTS yang dipimpin
langsung oleh Dandim Lumajang sebelum dilakukan operasi pemadaman kebakaran hutan Gunung Semeru pada Sabtu (28/9).

“Pemberangkatan petugas dari Ranupani menuju lokasi kebakaran sesuai potensi dan pemberangkatan tim ke sasaran titik api melalui jalur konvensional, sehingga pembagian tim akan dilakukan setelah sampai di Ranu Kumbolo,” ujarnya.

Baca juga  Tokopedia rancang program sambut ibu kota baru

Ia menjelaskan teknik pemadaman dilakukan seperti sebelumnya dengan cara mendekati titik api yang bisa dijangkau, kemudian mematikannya dengan jetshooter, gepyok atau ranting pohon dan membuat sekat pada medan datar agar titik api tidak meluas.

“Sedangkan pada medan tebing terjal dan sulit dijangkau dilakukan pemantauan arah angin, namun faktor keselamatan petugas tetap ditekankan,” katanya, menambahkan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...