Ragam AgrariaKabut asap masih selimuti Kota Pontianak

Kabut asap masih selimuti Kota Pontianak

Kalau sumber asapnya tidak kena hujan tentu asapnya masih ada,

Pontianak ((Feed)) – Kabut asap masih menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa pagi , meskipun satu hari sebelumnya di kota tersebut sempat diguyur hujan baik saat pagi hari dan sore hari.

“Kabut masih ada. Padahal kemarin sudah ada hujan,” ujar satu di antara warga Pontianak, Romi di Pontianak, Selasa.

Ia menyebutkan kabut asap masih ada karena memang Kota Pontianak dapat kiriman kabut asap dari luar.

“Kalau sumber asapnya tidak kena hujan tentu asapnya masih ada. Kita masih mendapat kiriman. Pontianak informasinya tidak ada kebakaran hutan atau lahan. Kalau ada pun pasti kecil dan dapat dikendalikan,” ujar dia.

Ia berharap hujan terus jadi dan menyeluruh di Kalbar. Sehingga kabut asap memang hilang secara permanen.

Baca juga  "The Informer", kisah agen ganda mengungkap jaringan narkoba

“Semoga hujan turun lebat hari ini dan besok-besoknya terutama di daerah sumber asap,” harap dia.

Sementara itu, satu di antara warga Pontianak Timur, Ida menyebutkan bahwa hari ini anaknya di sekolah TK sudah masuk. Hal itu melihat kondisi cuaca di Pontianak kemarin sudah baik karena hujan lebat.

“Semalam dapat informasi dari grup whatsapp sekolah anak-anak masuk. Namun pagi ini ternyata kabut asap mulai lagi pekat dan bau asap terasa,” tambah dia.

Ia berharap jika kabut asap masih pekat pihak dinas pendidikan bisa segara kembali meliburkan.

“Kalau kabut asap pekat, harusnya libur. Kasihan dengan anak-anak. Semoga kabut asap segera hilang dan hujan lebat mengguyur sumber kebakaran,” harap dia.

Satu hari sebelumnya, Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Dina mengimbau masyarakat Kalimantan Barat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai petir hingga beberapa hari ke depan.

Baca juga  Unai Emery pasti turunkan Tierney lawan Standard Liege

“Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, potensi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat dan disertai petir masih terus terjadi hingga tanggal 25 September 2019. Kondisi ini dikarenakan sudah terdapat gumpalan awan yang berpotensi hujan,” lanjut Dina.

Dina menjelaskan pasca kemarau panjang yang diselimuti kabut asap pekat yang terjadi di wilayah Kalbar, saat ini hingga beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat sudah mulai terjadi hampir merata di wilayah Kalbar pada Senin dini hari tadi sekitar pukul 01.00 hingga 02.30 WIB.

“Kondisi ini juga setidaknya dapat mengurangi bencana kabut asap yang sudah terjadi kurang lebih 2 bulan terakhir ini,” sebut dia.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...