Ragam AgrariaPerusahaan perkebunan diminta tidak buka lahan dengan membakar

Perusahaan perkebunan diminta tidak buka lahan dengan membakar

polusi asap di Sumut dalam dua pekan terakhir akibat Karhutla dari sejumlah daerah di Provinsi Riau

Labuhanbatu ((Feed)) – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, mengimbau perusahaan dan masyarakat yang membuka lahan perkebunan kelapa sawit dan karet tidak menggunakan cara membakar.

“Imbauan ke perusahaan jauh hari sudah diimbau bahwasannya perusahaan yang ada di Labuhanbatu menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, di Rantauprapat, Senin.

Ia menjelaskan, dalam imbauan itu secara tegas disampaikan kepada pihak perusahaan agar tidak membakar lahan yang dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan akibat udara tercemar dari polusi asap.

Pihaknya juga sudah membuat larangan di setiap daerah yang terdapat lahan yang rawan kebakaran.

“Perusahaan di sini sudah peduli akan lingkungan, sudah peduli akan kebakaran dan dampaknya,” ujarnya.

Baca juga  293,54 hektare lahan di Batanghari terbakar

Menurut dia, perusahaan dan masyarakat berperan penuh mencegah Karhutlah di daerah.

Andi menilai, polusi asap yang terjadi dalam dua pekan terakhir akibat Karhutla dari  luar Labuhanbatu, khususnya dari sejumlah daerah di Provinsi Riau dan faktor cuaca berupa angin yang membawa asap.

Secara geografis daerah kawasan pantai timur Sumatera ini memang bersebelahan dengan Provinsi Riau.

 

Sementara itu, pihaknya juga sudah membuka sembilan posko pelayanan kesehatan di 9 kecamatan untuk penanganan warga yang terpapar udara tercemar akibat polusi asap kiriman itu.

Pelayanan Posko Karhutla  menyiapkan obat-obatan dan tenaga medis untuk melayani masyarakat untuk sekedar mengecek kesehatan dan konsultasi terdampak paparan asap.

Pihaknya mengimbau masyarakat daerah yang terdampak polusi asap untuk menggunakan fasilitas posko kesehatan dalam mengantisipasi dampak buruk pencemaran udara.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...