Ragam AgrariaKabut asap karhutla mulai selimut pusat kota Banda Aceh

Kabut asap karhutla mulai selimut pusat kota Banda Aceh

Banda Aceh ((Feed)) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa provinsi di Sumatera telah menyelimuti beberapa daerah di provinsi Aceh, termasuk wilayah ibukota Banda Aceh dan sekitarnya.

“Beberapa hari lalu kabut asap mulai menyelimuti Aceh hanya beberapa kabupaten/kota, namun pagi ini kabut yang kita perkirakan merupakan kabut asap telah menyelimuti seluruh propvinsi Aceh termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meterologi Aceh, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan, meskipun demikian menurut data sebaran asap dari BMKG pusat bahwa pada hari ini tidak terlihat adanya sebaran asap di provinsi paling barat Indonesia ini. Hal itu menurutnya disebabkan kelemahan satelit.

“Dimana satelit tidak dapat memantau asap bila tertutup awan. Seperti kita tahu sekarang Aceh sedang banyaknya tumbuh awan hujan, maka wajar bila kita lihat dari peta sebaran asap tidak terdeteksi adanya paparan asap di Aceh,” katanya.

Baca juga  Sebelum Tinjau Kebakaran Hutan di Riau, Presiden Jokowi Laksanakan Salat Istiska

Meskipun demikian, kata Zakaria, BMKG Aceh dapat memastikan bahwa kabut yang mulai menyelimuti wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya tersebut merupakan kabut asap kiriman dampak dari Karhutla di pulau Sumatera.

“Kita lihat juga dari matahari yang nampak warna kuning ke merah-merahan. Dan bila dilihat ke langit berwarna putih abu-abu relatif rata. Sedangkan kalau langit ditutupi awan akan terlihat gumpalan-gumpalan,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, kabut asap tersebut masih belum mengganggu aktivitas transportasi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Masih dengan jarak pandang antara 5.000 hingga 9.000 meter.

“Untuk aktivitas penerbangan di bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar juga belum terganggu, jarak pandangnya berkisar antara 7.000 hingga 9.000 meter, begitu juga dengan Sabang,” katanya.

Sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk memakai masker atau pelindung mata bila berkegiatan di luar ruangan. Khususnya untuk daerah yang kabut asapnya tebal seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Tenggara.

Baca juga  Soal pindah ibu kota, Amel Carla berpesan hutan Kaltim

“Kemudian masyarakat juga harus minum air putih dan makan buah-buahan yang banyak, pola makan sehat perlu dijaga agar stamina tubuh lebih fit dan konsultasi ke dokter bila terasa sesak nafas,” katanya.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Upaya Berkelanjutan Satgas PRR Sukses Normalisasi Puluhan Sungai dan Muara Terdampak Bencana

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...