Ragam AgrariaKabut asap berkurang akibat hujan guyur Kota Batam

Kabut asap berkurang akibat hujan guyur Kota Batam

Hujan yang mengguyur Kota Batam dan sekitarnya itu terjadi alami, bukan karena proses penggaraman yang terjadi di Pulau Sumatera.

Batam ((Feed)) – Wilayah Provinsi Kepulauan Riau diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin siang, dan menyebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkurang.

“Hujan relatif merata di seluruh Kepri, mulai dari Ranai, Anambas, Bintan, Batam, Karimun dan Dabo,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman, Senin.

Hujan yang turun merata di penjuru provinsi kepulauan itu diharapkan dapat menghalau kabut asap yang selama beberapa hari ini menaungi Kepri.

Ia mengatakan hujan yang mengguyur Kota Batam dan sekitarnya itu terjadi alami, bukan karena proses penggaraman yang terjadi di Pulau Sumatera.

“Hujan dari arah timur, menuju ke Batam, Kepri. Pergerakan awan menuju Pulau Sumatera, Riau,” kata dia.

Baca juga  Gunung Merapi mengalami 11 kali gempa guguran

Ia juga optimistis, bila hujan intensitas lebat terus terjadi, maka dapat mengurangi titik api yang terdapat di Kepri.

Pada Senin pagi, BMKG memantau delapan titik api yang terdapat di Dabo, Kabupaten Lingga dan Kundur, Kabupaten Karimun.

“Kalau asap yang ada di Batam, berasal dari Pontianak, karena arah angin dari selatan dan tenggara,” kata dia.

Saat ini, ia juga mencatat jarak pandang di sejumlah bandara Kepri berkurang, akibat hujan.

Jarak pandang di Tanjungpinang berkisar pada 2 km, di mana sebelumnya sepanjang 4 km.  Kemudian Batam kini berjarak pandang 2 km, di Karimun sepanjang 4 km dan Damo 1,5 km.

“Harapannya, setelah hujan reda, jarak pandang bertambah, seiring dengan berkurangnya kabut asap,” kata dia.

Sementara itu, warga Kota Batam bersyukur dengan hujan yang turun deras.

“Alhamdulillah, udara kembali segar,” kata warga Batam, Riki.

Baca juga  Menteri LHK sebut BPDLH bisa biayai investasi kehutanan rakyat

Hujan juga diharapkan dapat mengisi waduk kota yang volumenya berkurang akibat kemarau.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...