Ragam AgrariaBMKG sebut 16 titik panas di Kabupaten Kupang

BMKG sebut 16 titik panas di Kabupaten Kupang

Kupang ((Feed)) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan terdapat 16 titik panas (Hotspot) di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Berdasarkan analisis peta sebaran titik panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN, saat ini diketahui ada 16 titik panas di wilayah Kabupaten Kupang,” kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi kepada Antara di Kupang, Senin, terkait titik Hotspot di wilayah NTT.

Ke-16 titik panas tersebut tersebar di sepuluh wilayah, yakni Amabi Feto, Amfoang Timur, Amfoang Utara, Fatuleu barat, Sulamu, Takari dan Nekamese masing-masing satu titik.

Sedangkan wilayah Fatuleu lima titik, Fatuleu Tengah dan Kupang Timur masing-masing dua titik.

Ia mengatakan, satelit juga mendeteksi, terdapat 12 titik di Kabupaten Sumba Timur. Titik api ini tersebar di empat wilayah, yakni Paberiwai delapan titik, Pahungalodu dan Pandawai masing-masing dua satu titik dan Tabundung dua titik.

Baca juga  Laut dan pantai di Baubau dibersihkan ratusan warga

Untuk wilayah perbatasan, dia mengatakan, di dua wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste yakni Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara terdapat 15 titik panas.

Titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Belu yakni sepuluh titik panas, tersebar di enam wilayah yakni Lamaknen, Lamaknen Selatan, Nanet Duabesi dan Tasifeto Timur masing-masing satu titik panas.

Sementara Rainhat dua titik panas, dan Tasifeto Timur empat titik panas.

Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terdapat lima titik panas, yakni Kakuluk Mesak dan Miomafo Timur masing-masing dua titik panas dan Miomafo Barat satu titik panas.
Analisis data titik panas (hotspot) ini menggunakan data dengan tingkat kepercayaan 80 persen, kata Agung Sudiono menambahkan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...