Ragam AgrariaAsap Sumatera Barat diprakirakan makin pekat Senin siang

Asap Sumatera Barat diprakirakan makin pekat Senin siang

Bukittinggi, ((Feed)) – Asap yang meliputi wilayah Sumatera Barat pada Senin siang akan makin pekat menurut prakiraan pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang berdasarkan hasil pengamatan tingkat kekeruhan atmosfer.

“Diprediksi Senin siang ini akan mencapai maksimum dengan indeks di atas dua,” kata Kepala BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang Wan Dayantolis saat dimintai keterangan dari Bukittinggi mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga terhadap wilayah Sumatera Barat.

Sementara itu, konsentrasi partikulat (PM10), partikel udara yang berukuran kurang dari 10 mikron, sejak Minggu (22/9) siang hingga malam konsisten berada di atas nilai ambang batas 150 µgram/m3 di wilayah Sumatera Barat.

Pada Minggu siang nilai maksimum PM10 mencapai 341 µgram/m3 atau di level sangat tidak sehat dan pada malam hari konsentrasinya bervariasi berada dalam rentang 150 sampai 250 µgram/m3 atau di level tidak sehat.

Baca juga  Lima pertandingan terbaik sepanjang perhelatan US Open 2019

Citra satelit juga menunjukkan sebaran asap sudah merata di Sumatera Barat dan angin diprakirakan masih membawa asap kebakaran hutan dan lahan dari daerah tetangga ke wilayah itu.

“Sebaran asap akan mengarah ke daerah sisi barat Sumbar seperti ke wilayah Padang dan Pariaman,” kata Wan Dayantolis.

Ia menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pagi menjelang siang dan malam hari karena kualitas udara semakin menurun, serta mengenakan masker saat berada di luar ruangan guna menghindari dampak polusi udara.

Penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan telah memicu pemerintah daerah di Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Solok Selatan meliburkan kegiatan sekolah pada Senin (23/9) dan Selasa (24/9).

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...