Ragam AgrariaKualitas udara Batam kembali tidak sehat

Kualitas udara Batam kembali tidak sehat

sekolah akan diliburkan bila kadar ISPU di atas 100

Batam ((Feed)) – Kualitas udara di Kota Batam Kepulauan Riau kembali memasuki kategori tidak sehat, berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara yang dilakukan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit  (BTKLPP) Kelas I Batam.

Kepala BTKLPP Kelas I Batam, Slamet Mulsiswanto di Batam, Minggu, mengatakan, berdasarkan hasil pantauannya sejak pagi, kadar ISPU di Batam berkisar antara 136 hingga 172. Kualitas udara paling buruk terjadi sekitar pukul 6.00 WIB, yaitu 172.

“Itu temasuk tidak sehat,” kata dia.

Kualitas udara dikatakan sehat bila ISPU antara 01 hingga 100, tidak sehat ISPU antara 101-199, sangat tidak sehat ISPU 200-299, berbahaya ISPU 300-399 dan sangat berbahaya bila ISPU di atas 400.

Ia mengatakan untuk membantu masyakarat agar tidak terpapar jerebu yang kian tebal, maka BTKLPP Kelas I Batam turut membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan raya.

Baca juga  Bukan seperti Ally McBeal, begini baju kerja zaman sekarang

“Kami membagi-bagikan 3.000 lembar masker di beberapa persimpangan jalan, antara lain di titik lampu lalu lintas Kaliban,” kata dia.

Sementara itu, warga Kota Batam makin mengeluhkan tidak tahan atas kondisi udara yang mengandung  asap.

“Mata mulai perih hari ini. Kemarin-kemarin langit sudah biru, udara juga agak segar. Tapi hari ini udara pekat lagi,” kata warga Batam, Emi.

Pemkot Batam belum mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah, karena kualitas udara terus berubah.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan sekolah PAUD, TK, SD dan SMP akan diliburkan bila kadar ISPU di atas 100.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan juga meminta pihak sekolah meniadakan kegiatan di luar kelas, selama kualitas udara belum kembali normal.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...