Ragam AgrariaBuntut Cambridge Analytica, Facebook tangguhkan puluhan ribu applikasi

Buntut Cambridge Analytica, Facebook tangguhkan puluhan ribu applikasi

Jakarta ((Feed)) – Facebook mengatakan telah menangguhkan puluhan ribu aplikasi yang merupakan bagian dari investigasi pengembangan aplikasi yang sedang berjalan di perusahaan tersebut, yang dimulai pada Maret 2018, sebagai tanggapan terhadap kasus Cambridge Analytica.

Aplikasi yang ditangguhkan tersebut, menurut Facebook, lansir Reuters, Jumat (20/9), dikaitkan dengan sekitar 400 pengembang. Facebook menambahkan, penangguhan itu tidak selalu menjadi indikasi bahwa aplikasi tersebut menjadi ancaman bagi pengguna.

Awal tahun ini, Facebook setuju untuk membayar denda 5 miliar dolar AS (sekitar Rp70,5 triliun) kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) untuk menyelesaikan penyelidikan pemerintah soal privasi.

Penyelidikan itu dipicu, tahun lalu, oleh tuduhan bahwa Facebook melanggar keputusan persetujuan tahun 2012 dan secara tidak tepat membagikan informasi milik 87 juta pengguna kepada perusahaan konsultan politik Inggris Cambridge Analytica.

Baca juga  Prancis raih perunggu lagi setelah kalahkan Australia

Sejak saat itu Facebook telah setuju untuk meningkatkan perlindungan data pengguna, dan telah membatasi jumlah informasi yang dapat diminta pengembang pihak ketiga dari pengguna media sosial tersebut.

“… Kami membuat kemajuan. Kami tidak akan menangkap semuanya, dan beberapa yang kami tangkap akan dengan bantuan dari orang lain di luar Facebook,” kata Facebook di laman blogspot, demikian dikutip dari Reuters.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...