Ragam AgrariaKaum muda peserta aksi iklim desak pemerintah kekang perubahan iklim

Kaum muda peserta aksi iklim desak pemerintah kekang perubahan iklim

Jakarta ((Feed)) – Anak-anak muda yang pada Jumat siang mengikuti aksi iklim dengan berjalan berarak menuju Taman Aspirasi di Jakarta mendesak pemerintah melakukan upaya-upaya untuk mengekang perubahan iklim demi masa depan generasi bangsa berikutnya.

“Kalau kita sekolah tapi tidak memedulikan lingkungan itu sama saja tidak usah sekolah. Mendingan kita peduli dengan anak cucu kita nanti. Supaya saat kita besar nanti bisa hidup damai tanpa adanya kerusakan akibat perubahan iklim,” kata Raushan dari Sekolah Alam Indonesia Cipedak, salah satu peserta aksi Jeda untuk Iklim.

Raushan bersama 30 teman dan tiga guru dari sekolahnya ada di antara orang-orang yang mengikuti seruan remaja aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, untuk melakukan aksi iklim guna menyadarkan pemerintah dan masyarakat mengenai urgensi pengendalian perubahan iklim dan dampaknya.

Pelajar kelas dua Sekolah Menengah Pertama itu mengatakan, jika pemerintah Indonesia tidak serius mengekang perubahan iklim dari sekarang maka generasi masa depan bangsa akan menghadapi beban berat akibat perubahan iklim.

Baca juga  Jennifer Lawrence resmi menjadi istri Cooke Maroney

Pemerintah, menurut dia, juga harus bertindak cepat mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pulau Kalimantan dan Sumatera supaya kekuatan hutan untuk menyerap karbon, penyebab pemanasan global, tetap terjaga.

“Pemerintah harus cepat mengatasi perubahan iklim karena kalau mereka cuma peduli ekonomi, misalnya nanti ekonomi Indonesia akan maju tapi iklimnya tidak, sama saja masyarakat kita banyak yang akan mati, seperti (akibat) asap yang sekarang di Riau,” katanya.

Yulia, yang mengajak kedua anaknya mengikuti aksi iklim, mengemukakan pentingnya pengekangan perubahan iklim dan dampaknya bagi generasi muda.

“Isu sosial dan lingkungan itu tidak bisa dipisahkan. Kita mikirin masa depan anak cucu kita semua, krisis iklim permasalahan kita semua,” ujar Yulia, yang datang bersama anaknya yang berusia 25 tahun dan tujuh tahun.

Raushan dan Yulia bersama ratusan orang lainnya berjalan berarak dari Taman Cut Meutia menuju Balai Kota Jakarta hingga Taman Aspirasi yang berada di seberang Istana Negara dalam aksi iklim tersebut.

Baca juga  404 titik panas merubung wilayah Kalimantan Barat

Selain di Jakarta, aksi iklim dilakukan di 18 kota besar lain di Indonesia seperti Aceh, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Palu, dan Kupang.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...