Ragam AgrariaIngin wajah bersinar? Pakai krim perawatan saja belum cukup

Ingin wajah bersinar? Pakai krim perawatan saja belum cukup

Jakarta ((Feed)) – Rutin menggunakan rangkaian produk perawatan wajah (skincare), mulai dari pembersih, toner, serum, hingga krim pelembap, yang berharga mahal sekalipun belum cukup untuk membuat kulit sehat dan bersinar (glowing).

Menurut dr Merylla Jane yang berpraktik di klinik Skin+, semua rangkaian produk untuk wajah itu perlu didukung dengan tindakan perawatan lanjutan (treatment) untuk mengatasi beragam masalah kulit seperti pori-pori tersumbat, keriput, komedo, kulit kering, jerawat, dan lingkar hitam di bawah mata.

Skincare itu perlu bantuan dari treatment. Skincare hanya menembus lapisan luar dari kulit sehingga perlu treatment yang akan membuka pori-pori, menghilangkan sel kulit mati sehingga skincare bisa meresap lebih dalam,” katanya, di Jakarta, Jumat.

Perawatan lanjutan yang dimaksud, kata dr Jane, bisa meliputi tindakan menghilangkan komedo dengan menggunakan alat dan teknik yang aman, mikrodermabrasi guna mengangkat sel-sel kulit mati, dan laser atau terapi sinar untuk mendorong peremajaan kulit.

Baca juga  900 fragmen karang ditanam pulihkan ekosistem Pulau Bunaken

Meski saat ini sudah banyak produk facial seperti skrup wajah yang dijual bebas di toko-toko, ia mengatakan itu saja tidak cukup karena hanya mampu menghilangkan sel kulit mati pada lapisan paling luar saja.

“Regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari. Dalam waktu 28 hari, ketika sel kulit mati naik ke atas saat itu kita perlu lakukan treatment.” ujarnya.

Perawatan yang dilakukan rutin setidaknya tiga minggu atau satu bulan sekali, akan membantu menghilangkan masalah pada kulit. Ketika kulit sehat, ujarnya, krim-krim akan terserap dengan baik dan hasilnya bakal terlihat nyata, wajah bersih, bersinar, merona, lembap, dan kenyal.

Lalu sejak usia berapa seseorang sebaiknya mendapat tindakan perawatan?

“Sejak usia remaja, SMA, sudah bisa melakukan treatment, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Setidaknya untuk membersihkan wajah, tidak perlu yang invasif,” ujarnya.

Baca juga  Pochettino akui Spurs tengah gelisah

Selain menggunakan rangkaian produk kecantikan dan perawatan lanjutan, dr Jane juga menekankan pentingnya menjaga gaya hidup. Karena gaya hidup yang tidak sehat seperti stres berlebihan, merokok, kurang tidur, tidak menjaga asupan nutrisi, akan menyebabkan degenerasi kulit.

Terakhir, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk cermat memilih tempat perawatan kecantikan dan produk yang digunakan. “Pastikan ditangani oleh benar-benar dokter, dan produk skincare-nya lolos BPOM,” demikian dr Jane.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...