Ragam Agraria500 perusahaan pemegang konsesi hutan diajak KLHK cegah karhutla

500 perusahaan pemegang konsesi hutan diajak KLHK cegah karhutla

Pencegahan karhutla itu dengan konsep klaster, yakni mengelompokkan beberapa perusahaan pemegang konsesi dan pemangku kawasan lainnya untuk saling bekerja sama

Jakarta ((Feed)) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak lebih dari 500 perusahaan pemegang konsesi di areal hutan untuk melakukan aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar.

“Pemangku kepentingan ini kita panggil supaya lebih perkuat lagi. Supaya mereka lebih serius. Jangan dikira main-main. Nanti penegakan hukum, sanksinya akan sangat berat,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan usai mengisi Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Jakarta, Kamis.

Dalam acara sosialisasi tersebut, ia memaparkan upaya pencegahan karhutla itu dengan konsep klaster.

Konsep klaster tersebut dilakukan dengan mengelompokkan beberapa perusahaan pemegang konsesi dan pemangku kawasan lainnya untuk saling bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan pencegahan karhutla.

Baca juga  Bendungan Mila, Destinasi Wisata Rakyat Sumbawa NTB

Klaster dibangun oleh, dari dan untuk anggota klaster dengan difasilitasi atau dikoordinasi oleh pemerintah atau kabupaten kota.

Tujuan utama klaster adalah untuk memudahkan koordinasi, mobilisasi sumber daya dan tukar menukar informasi.

Pencegahan karhutla berbasis klaster itu, katanya, dilakukan melalui tiga program, yaitu dengan pembinaan desa, baik di dalam maupun di luar kawasan konsesi, kemudian melakukan deteksi dini dan juga pemadaman dini.

Dalam upaya pembinaan desa, KLHK mendorong pembentukan desa sadar api yang kegiatannya dapat melalui sosialisasi dan pelatihan, desa bebas api dengan beberapa kegiatan seperti melakukan tata kelola lahan, masyarakat peduli api dan pengembangan ekonomi setempat.

Selain itu, KLHK dalam pembinaan itu juga mendorong pembentukan desa tangguh api, yang kegiatannya meliputi patroli bersama, pendampingan dan insentif ekonomi.

Optimalisasi 6.000 personel untuk atasi karhutla Riau

Baca juga  Balita & orang tua di Kalbar rentan terkena ISPA

Upaya berikutnya dalam pencegahan juga dapat dilakukan dengan deteksi dini, yang kegiatannya meliputi patroli rutin untuk memeriksa kemungkinan adanya titik api, pemantauan titik panas dan titik api, serta peringatan dini atas adanha indikasi titik api, selain juga upaya tukar menukar informasi.

Kemudian pada upaya pemadaman dini, warga setempat bersama pemangku kepentingan terkait dapat melakukan deteksi awal api dengan luasan maksimum 0,5 hektare, mobilisasi regu pemadam di lokasi api maksimal sejak api terdeteksi dan memadamkan api lebih dini maksimal delapan jam setelah tim pertama tiba, demikian Raffles Brotestes Panjaitan.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...