Ragam AgrariaGaya Hidup Minim Sampah Tak Sesulit Itu, Contek Di Sini

Gaya Hidup Minim Sampah Tak Sesulit Itu, Contek Di Sini

Beberapa waktu belakangan, isu lingkungan kembali panas dibicarakan. Terlebih dengan adanya kasus kebakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan, yang disinyalir merupakan akibat dari kelalaian manusia dan regulasi hukum dalam melindungi bumi. Duh, padahal jika lingkungan rusak, kita juga ‘kan yang rugi?

Oleh karena itu, di media sosial pun bermunculan ajakan untuk lebih sadar lingkungan dari hal-hal kecil di keseharian. Salah satunya ialah melalui penerapan gaya hidup minim sampahyang menekankan pada pentingnya mengurangi bahan-bahan yang sulit didaur ulang serta bagaimana sampah tidak diabaikan begitu saja. Ada apalagi? Yuk, cek contoh-contohnya di sini:

Pisahkan sampah sesuai jenis

Sering melihat aturan pemisahan sampah organik dan anorganik di tempat-tempat umum? Nah tak ada salahnya lho untuk melakukannya di rumahmu sendiri! Selain bisa memudahkan proses pembuangan dan pengolahan sampah, kebiasaan ini juga membantu menghindari terjadinya penumpukan sampah.

Baca juga  Api di Gunung Arjuno diupayakan untuk dipadamkan

Tumpukan sampah (terlebih yang tak dipisah sesuai jenis) memiliki risiko yang buruk buat kesehatan kita, mulai dari sarang bakteri dan kuman hingga pencemaran udara. Makanya, sediakan tempat sampah sesuai jenis di rumah mulai dari sekarang ya!

Olah sampah rumah tangga sendiri

Tak ada salahnya lho jika kita mengolah sampah sendiri. Terlebih beberapa jenis sampah memang bisa digunakan jadi bahan untuk proses lain yang lebih berguna.

Misalnya sampah organik seperti sayur dan dedaunan, yang jika diolah dengan teknik takakura bisa memberikanmu kompos alami untuk penanaman tanaman dan buah-buahan.

Tinggal beli wadah keranjang, pupuk organik, dan sekam padi, kamu bisa langsung memulai tanpa memerlukan lahan yang luas. Simpel dan bermanfaat!

Kurangi penggunaan air minum kemasan

Salah satu riset yang dilakukan oleh para pemerhati lingkungan mengungkapkan bahwa air minum kemasan menjadi salah satu penghasil sampah terbanyak di Indonesia. Terutama, air mineral! Padahal, belum banyak lho botol plastik kemasan yang bisa didaur ulang cepat.

Baca juga  Polres Bangka mantapkan bentuk satgas karhutla

Mulai sekarang, coba deh sediakan satu tumbler khusus untuk membawa air minum ke manapun kamu pergi. Jika khawatir dengan kualitas air yang kamu minum, saat ini banyak kok tersedia mesin penyaring air yang bisa digunakan dengan mudah.

Batasi penggunaan kantong plastik

Sebisa mungkin, hindari penggunaan kantong plastik yang cenderung membutuhkan waktu lama untuk diolah kembali. Sebagai alternatif, selalu sediakan reusable bag setiap kamu bepergian. Saat ini, sudah semakin banyak toko yang menawarkan konsep bulk, alias kamu bisa berbelanja dengan membawa jar maupun kantong belanja sendiri. Lebih seru, dan lebih baik juga bukan untuk lingkungan? Tapi coba diingat kalau gunakan kantong dan wadah yang kamu miliki semaksimal mungkin dan baru diganti ketika sudah rusak dan tidak layak.

Artikel ini dikutip dari blibli.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...