Ragam AgrariaLahan di Guntung Damar Banjarbaru berkobar lagi

Lahan di Guntung Damar Banjarbaru berkobar lagi

karena ini lahan gambut maka api bisa menjalar ke dalam tanah hingga membakar lahan di titik lainnya

Banjarbaru ((Feed)) – Lahan kosong di kawasan Guntung Damar Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) sepanjang Rabu siang, berkobar lagi semakin mendekati Bandara Syamsudin Noor, tepatnya ke arah menuju Kelurahan Guntung Payung.

Berdasarkan pantauan (Feed), nampak anggota Polres Banjarbaru dan Polda Kalsel berjibaku memadamkan api yang terus meluas sejak pukul 12.30 Wita.

Lahan yang terbakar ini berbeda dengan lahan yang terbakar sebelumnya di Jalan Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor yang mendekati SMPN 15 Banjarbaru,

Petugas di lapangan yang dipimpin Direktur Sabhara Polda Kalsel Kombes Pol Muhamat Khosim dan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya mengerahkan segala sarana alat pemadaman yang ada untuk memadamkan api.

Satu unit mobil water cannon juga digunakan untuk menjinakkan api. Namun upaya pemadaman sempat terkendala minimnya sumber air.

Baca juga  LIPI identifikasi spesies baru katak, kodok, cicak, burung

“Di sini ada kanal tapi airnya juga surut. Kami juga minta bantuan mobil tangki dari Damkar Pemda untuk mempercepat proses penyiraman sehingga api tak meluas terus, karena pengambilan air juga memakan waktu dengan jarak cukup jauh,” kata Kelana, petugas di lapangan.

Sejumlah titik api besar memang bermunculan di kawasan Guntung Damar pada saat panas terik matahari tersebut.

Kebakaran lahan gambut di lokasi itu begitu cepat menjalar dan sulit dipadamkan jika sudah muncul titik api. Apalagi lahan kosong yang ditumbuhi rerumputan dan ilalang itu kondisinya banyak yang mengering sehingga mudah terbakar.

 

Pemadaman api yang membakar lahan kosong di Guntung Damar pada Rabu siang dilakukan anggota Polda Kalsel dan Polres Banjarbaru. ((Feed)/firman)

Kelana mengungkapkan, pembasahan juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali berkobar. Bahkan, di lahan yang tak terbakar sekali pun tetap dilakukan penyiraman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran. Karena mungkin saja misalnya akibat kelalaian warga membuang puntung rokok jadi membakar lahan yang sangat kering ini,” tandasnya.

Baca juga  Tim estafet putri DKI Jakarta main santai di Pomnas 2019

Begitu juga para pemilik lahan seperti petani, diingatkan untuk tidak membakar dalam membuka lahan untuk bercocok tanam.

“Mungkin tujuannya hanya membakar di lahan milik dia sendiri. Namun, karena ini lahan gambut maka api bisa menjalar ke dalam tanah hingga membakar lahan di titik lainnya. Itu yang kita cegah bersama,” pungkas Kelana.

 

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...