Ragam AgrariaLIPI segera bahas penyebab matinya ikan demersal di pesisir Ambon

LIPI segera bahas penyebab matinya ikan demersal di pesisir Ambon

Ambon ((Feed)) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia segera membahas hasil penelitian terkait penyebab matinya ikan-ikan demersal dan kerang di pesisir Ambon selama beberapa hari terakhir bersama pemerintah setempat.

Kepala P2LD-LIPI, Nugroho D. Hananto di Ambon, Rabu mengatakan pembahasan akan dilaksanakan di P2LD-LIPI pada 19 September 2019, dengan mengundang seluruh pemangku kepentingan dan lembaga-lembaga perikanan yang telah melakukan penelitian terkait peristiwa tersebut.

Pertemuan itu sendiri untuk menyamakan persepsi dan hasil-hasil penelitian yang ada sebelum diumumkan kepada publik, sehingga tidak menimbulkan lebih banyak keresahan di masyarakat.

“Besok kita kumpulkan seluruh “stake holder” perikanan di Maluku yang melakukan penelitian yang sama, kita saling “share” dulu hasilnya, LIPI punya apa, DKP punya apa dan balai lainnya juga punya apa, hasilnya kita serahkan kepada walikota, nanti beliau yang akan mengumumkan supaya yang keluar ke masyarakat tidak membingungkan,” katanya.

Baca juga  Buku panduan diluncurkan, pelajar diajak bijak kelola sampah

LIPI, kata Nugroho, belum bisa memberikan keterangan terkait hasil penelitian yang telah dilakukan kepada publik hingga pertemuan antar lembaga dan instansi dilakukan, guna menghindari lebih banyak spekulasi yang meresahkan di masyarakat.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan berbagai informasi yang beredar, terutama informasi soal adanya ledakan, longsor maupun akan terjadi tsunami, sebelum hasil analisa secara sainstifis resmi diumumkan.

“Masyarakat di sini agar tidak panik karena ada yang bilang karena ada ledakan, mau ada longsoran, tsunami dan sebagainya. Kalau menurut kami, kita nggak tau bisa jadi itu isinya polutan, laut sangat luas, kita nggak bisa bilang ledakan sampai ada analisis sainstifis yang kuat,” ujar Nugroho.

Dikatakannya lagi, sebagai lembaga riset di bidang kelautan, P2LD-LIPI telah melakukan berbagai analisa terkait kematian ikan-ikan demersal dan siput di di pesisir kecamatan Leitimur Selatan (Kota Ambon) dan Kecamatan Salahutu (Kabupaten Maluku Tengah), termasuk menguji kualitas kimia dan biologi air.

Baca juga  PPAD Kenang Jasa Mendiang Sarwono Kusumaatmadja Pulihkan DAS Citarum

Hasil penelitian sementara menunjukan tidak ditemukan kandungan racun dalam sampel ikan dan kerang yang dikumpulkan. Sebagian sampel ikan mati telah dikirim ke laboratorium Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di Jakarta untuk pengujian yang lebih spesifik.

“Untuk perikanan sebenarnya DKP yang memiliki kewenangan. Kemarin kita sudah penelitian mikroskopi untuk penyebab kematian ikan, sebagian sampel sudah dikirim ke Pusat Oseanografi untuk diteliti dan itu tahapannya panjang. Terkait kematian ikan bisa jadi ikannya mati kena ombak pecah bisa saja,” ucap Nugroho.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Mau Ikut PTSL? Ketahui Biaya Persiapannya yang Berlaku di Masing-Masing Wilayah

Agraria.today | Jakarta - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap...

Lebih dari 1.000 Hektare Sawah Terdampak Bencana Pulih, Ketahanan Pangan Makin Terjamin

Agraria.today - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

Agraria.today | Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria...

Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya

Agraria.today | Jakarta - Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian...

Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad...

Related Articles

Mendagri Tegaskan Pemerintah Siap Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Dana Otsus

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah siap memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan implementasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) di...

Mendagri: Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Dirasakan oleh Masyarakat

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) di seluruh provinsi di Tanah Papua dan...

Kendalikan Harga Komoditas, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Pastikan Ketersediaan Cabai dan Bawang Merah

Agraria.today | Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan ketersediaan komoditas cabai merah, cabai...