Ragam AgrariaIndonesia reekspor sembilan kontainer limbah B3 ke Australia

Indonesia reekspor sembilan kontainer limbah B3 ke Australia

Sisanya 79 kontainer lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin pakai sebagai bahan baku

Jakarta ((Feed)) – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reekspor sembilan kontainer berisi sampah atau limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) ke Australia.

“Hari ini akan direekspor ke negara asalnya yakni Australia,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai Tangerang berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 14, 15 dan 29 Agustus 2019 terhadap tiga perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di wilayah Tangerang, Banten, yakni PT HI, PT NHI dan PT ART mendapati impor limbah plastik tercampur sampah dan limbah B3. 

Bahkan, menurut Heru, salah satu perusahaan tersebut mengimpor tanpa dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Baca juga  Karhutla Riau, udara Pekanbaru di level sedang

Pemeriksaan pertama terhadap PT HI yang mengimpor 102 kontainer plastik lembaran dan plastik buatan berbagai jenis segera dilanjutkan dengan pemeriksaan bersama oleh Bea Cukai dan KLHK. Hasilnya, 23 kontainer terkontaminasi sampah atau limbah B3, sehingga direkomendasikan untuk dikembalikan ke negara asalnya yaitu Australia sebanyak 13 kontainer, Amerika Serikat tujuh kontainer, Spanyol dua kontainer dan Belgia satu kontainer.

“Sisanya 79 kontainer lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin pakai sebagai bahan baku,” katanya.

Selanjutnya, penindakan kedua dilakukan terhadap PT NHI yang mengimpor 138 kontainer berisi chips, biji plastik PolyEthylene Terephthalate (PET) dan staple fibre. Setelah diperiksa pada 9, 29 Juli dan 2 Agustus 2019, 109 kontainer dinyatakan terkontaminasi sampah atau limbah B3 dan akan direekspor ke negara asal.

“Australia sebanyak 80 kontainer, Amerika Serikat empat kontainer, Selandia Baru tiga kontainer dan Britania Raya sebanyak 22 kontainer,” ujar dia.

Baca juga  Warga keluhkan asap kebakaran lahan gambut Kolaka Timur

Sementara 29 kontainer sisanya dinyatakan bersih dan diberkan izin untuk dipakai sebagai bahan baku. PT NHI telah mereekspor dua kontainer yang terkontaminasi tersebut ke negara asal yakni Selandia Baru pada 1 September 2019.

Penindakan ketiga dilakukan terhadap PT ART yang mengimpor 24 kontainer berisi biji plastik yang diketahui 10 di antaranya terkontaminasi limbah B3. Importasi tersebut terbukti tidak dilengkapi dengan dokumen persetujuan seehingga Bea Cukai langsung membekukan izin Kawasan Berikat PT ART.

Pemerintah juga melakukan reekspor ke Hongkong sebanyak tiga kontainer dan Australia tujuh kontainer. Sedangkan 14 kontainer lainnya ditanyakan bersih.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...