Ragam AgrariaAsap karhutla Rimbo Panjang selimuti jalan Pekanbaru-Padang

Asap karhutla Rimbo Panjang selimuti jalan Pekanbaru-Padang

asapnya pekat sekali, lebih pekat dari kemarin

Kampar, Riau ((Feed)) – Kebakaran lahan gambut di daerah Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Riau, semakin meluas dan menimbulkan kabut asap pekat yang menyelimuti Jalan Raya Lintas Sumatera rute Pekanbaru – Padang, Sumatera Barat.

Berdasarkan pantauan (Feed) di Rimbo Panjang, Selasa, asap pekat menyelimuti jalan raya sehingga jarak pandang menurun diperkirakan tinggal tinggal satu kilometer. Pengendara yang melintas di jalan antarprovinsi tersebut terpaksa memperlambat laju kendaraan.

Kebakaran terjadi di lahan gambut yang ditumbuhi pohon dan semak belukar. Personel dari Satgas Karhutla Riau terlihat terus mencoba memadamkan api mulai dari Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, TNI dan dibantu warga setempat.

“Asapnya pekat sekali, lebih pekat dari kemarin,” kata seorang warga Rimbo Panjang, Anik (28).

Baca juga  Greysia/Apriyani dihentikan Chang/Kim di babak dua Denmark Open 2019

Ia menjelaskan kebakaran di Rimbo Panjang mulai meluas sejak hari Minggu (15/9). Meski pemadam kebakaran sudah datang dari berbagai instansi, lanjutnya, cuaca kering dan angin yang berhembus kencang membuat api muncul lagi di lahan gambut.

“Asap sudah terasa sampai ke dalam rumah warga,” katanya.

Seorang pemadam kebakaran dari Manggala Agni, Gunawan, mengatakan kebakaran lahan terus muncul membuat petugas nyaris tidak bisa istirahat.

“Jam 12 siang api naik lagi, terpaksa kami menunda makan siang dan kerja lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan kendala di lapangan adalah angin sangat kencang dan sumber air mulai habis.

Asap pekat dari kebakaran di Rimbo Panjang kemungkin besar akan terbawa angin ke Pekanbaru karena daerah tersebut merupakan perbatasan Kampar dengan Pekanbaru.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra dan Aqua pada pukul 16.00 WIB mendeteksi ada 74 titik panas indikasi karhutla di Riau. Lokasi paling banyak adalah di Kabupaten Pelalawan ada 32 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 14 titik, Rokan Hilir (Rohil) 10 titik, Kota Dumai tujuh titik, Indragiri Hilir lima titik, Kampar dan Kuansing masing-masing dua titik, dan Bengkalis dan Rokan Hulu (Rohul) masing-masing satu titik panas.

Baca juga  Bale tak diikutkan lawan Spurs dan Bayern

Dari jumlah tersebut ada 35 yang dipastikan titik api. Lokasi paling banyak di Pelalawan dengan 22 titik, Inhu lima titik, Dumai empat titik, Rohil tiga titik, dan Inhil satu titik.

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Bahas Dasar Penyusunan Anggaran 2027, Fokuskan Efisiensi dan Kualitas Layanan

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Pemerintah Finalisasi Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatra

Agraria.today | Jakarta – Pemerintah menyiapkan rencana induk Percepatan...

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus...

Raker Bersama Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Capaian Kinerja dan Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2026

Agraria.today | Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru di 17 Provinsi

Agraria.today | Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...