Ragam AgrariaKorban terpapar asap di RS UNRI terus bertambah

Korban terpapar asap di RS UNRI terus bertambah

sangat berbahaya bagi warga yang ke luar rumah, apalagi tidak memakai masker

Kota Pekanbaru ((Feed)) – Posko Pelayanan korban terpapar asap di Rumah Sakit (RS) Universitas Riau (UNRI) mencatat sejak Jumat (13/9) hingga Senin (16/9) pasien terpapar asap terus bertambah namun tetap mendapatkan pelayanan secara gratis.

“Dari Jumat (13/9) tercatat 63 pasien yang ditangani RS UNRI, dan sebanyak 17 pasien diantaranya mengalami ISPA atau Inpeksi Saluran Pernafasan Akut,” kata Dr Zulharman Med, Kepala RS UNRI di Pekanbaru, Senin.

Menurut Zulharman, korban terpapar asap terus bertambah bahkan pada Sabtu (14/9) terdapat pasien ISPA lagi sebanyak 14 orang, Minggu (15/9) naik lagi menjadi 46 pasien dan 10 diantaranya mengalami ISPA.

Terus bertambahnya pasien terpapar asap, katanya menyebutkan, lebih karena warga tidak peduli dengan dampak asap,terbukti pada Sabtu (14/9) malam, stadion utama Kota Pekanbaru dipadati pengunjung yang didominasi kalangan muda itu.

Baca juga  Teknologi pengolahan sampah elektronik sedang dirancang BPPT

“Padahal kondisi asap di Kota Pekanbaru menunjukkan tidak sehat sehingga sangat berbahaya bagi warga yang ke luar rumah, apalagi tidak memakai masker,” katanya.

Ia menjelaskan, jika seseorang terpapar asap, maka akan terjadi iritasi pada saluran pernafasannya dan jika iritasi di hidung, maka akan terjadi radang hidung, dan jika masuk ke tenggorokan akan terjadi radang tenggorokan.

Parahnya jika asap itu terhirup masuk dan sampai ke paru-paru bisa menimbulkan bronkitis, dengan diagnosa dokter, antara lain dengan gejala batuk pilek, demam.

“Setelah mendapat penanganan dari dokter akan bisa dikategorikan ISPA berat dan tidak berat, parahnya jika pasien mempunyai riwayat asma, terpapar asap maka asmanya yang kambuh, dan itu sering bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Lain lagi jika ISPA akibat asap dan masuk ke paru-para maka korban didiagnosa mengalami radang pneumonia, sehingga anak kecil yang sudah batuk-batuk sebaiknya cepat dibawa ke dokter, karena bisa mengalami radang pilek, dan ketika masuk ke paru-paru hingga menjadi radang paru-paru, bisa mengancam nyawa.

Baca juga  Kebakaran lahan gambut meluas di pesisir Riau

“Ketika pasien mengalami radang paru-paru bisa saja meninggal jika tidak mendapatkan fasilitas kesehatan yang mencukupi seperti ketersediaan ICU, ventilator dan lainnya. Oleh karena itu RS UNRI tetap menyediakan layanan kesehatan gratis hingga asap usai,” katanya.

RS UNRI katanya lagi, dalam memberikan layanan kesehatan gratis tetap menyediakan obat-obatan, oksigen hingga tindakan evakuasi bagi penderita sesak nafas berat, IGD dan bangsal rawat inap.

​​​​​​

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...