Ragam AgrariaMuhammadiyah dirikan rumah oksigen keliling untuk korban karhutla

Muhammadiyah dirikan rumah oksigen keliling untuk korban karhutla

Masyarakat banyak mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran yang tidak henti-hentinya

Jakarta ((Feed)) – Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center/ MDMC) Budi Setiawan mendirikan rumah oksigen keliling yang digunakan untuk warga korban asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di berbagai daerah.

“Sejak awal terjadi kebakaran, relawan Muhammadiyah bergerak membagikan masker, membuat rumah oksigen keliling, pemberian makanan dan gizi tambahan serta menerjunkan relawan bersama TNI untuk ikut serta membantu memadamkan kebakaran,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pergerakan relawan Muhammadiyah ada di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

Ketua MDMC Palangka Raya, Aprie Husin Rahu, mengatakan relawan membagi masker gratis dan pemberian nutrisi menggunakan Mobil Oksigen ke area titik-itik api yang ditinggali masyarakat.

Baca juga  Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango aman selama kemarau

Selain layanan oxigen mobile, dia mengatakan MDMC Palangka Raya juga menginisiasi Rumah Oksigen yang baru diaktifkan pada Senin.

Rumah Oksigen, kata dia, didirikan di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Palangka Raya dengan tujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat terdampak asap karhutla.

“Adapun Rumah Oksigen dikelola oleh rekan-rekan MDMC Provinsi dengan fasilitas yang sudah sesuai dengan standar dinas kesehatan,” katanya.

Aprie mengatakan kondisi masyarakat saat ini kesulitan mendapat udara segar, baik di titik area kebakaran maupun di kota. Masyarakat banyak mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran yang tidak henti-hentinya mengudara.

“Karena asap semakin pekat di Palangka Raya, aktivitas sekolah diliburkan hingga tanggal 20 September 2019 nanti, bahkan para pekerja kantor juga sudah diimbau untuk bekerja sampai siang saja,” kata Aprie.

Relawan Muhammadiyah, kata dia, bergerak melalui berbagai dukungan dari wilayah sebagai barisan depan menangani korban asap karhutla. Dukungan juga diberikan melalui Lazismu, RS Muhammadiyah, Aisyiyah, Kokam, Nasyiatul Aisyiyah, IPM dan IMM.

Baca juga  Menteri Susi ajak masyarakat jaga kebersihan laut

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...