Ragam AgrariaDefisit kecepatan, Rossi gagal rengkuh podium di Misano

Defisit kecepatan, Rossi gagal rengkuh podium di Misano

Jakarta ((Feed)) – Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) mengakui tak memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk bisa kompetitif di balapan GP San Marino, Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Minggu.

Di kampung halamannya itu, The Doctor harus puas melewatkan podium setelah hanya mampu finis keempat, untuk ketiga kalinya secara beruntun musim ini.

Rekor tiga kali kemenangan di Misano milik Rossi pun disamai oleh Marc Marquez (Repsol Honda) yang menjadi juara hari itu.

Baca juga: Hasil GP San Marino, Marquez pupuskan harapan Quartararo

Baca juga: Marquez sebut Quartararo pebalap terbaik di GP San Marino

Sementara pebalap tim independen Yamaha Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) dan Maverick Viñales, rekan satu tim Rossi, melengkapi podium balapan seri ke-13 musim ini.

Baca juga  The Used tutup Hodgepodge Superfest 2019 hari pertama

“Aku ingin berjuang untuk podium tapi aku tak memiliki kecepatan karena kalian tahu naik podium di depan semua pendukung di Misano itu selalu luar biasa,” kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Rossi finis 12,660 detik di belakang Marquez dan sekitar 11 detik dari Viñales.

“Tapi balapan ini kurang lebih seperti yang kami harapkan karena selama sesi latihan, tiga pebalap teratas selalu lebih cepat dari kami,” kata Rossi yang start dari P7 untuk kedua kali secara beruntun di Misano itu.

“Kami mencoba melakukan perbaikan di sejumlah area tapi kami tak mampu membuat kemajuan akhirnya kami finis keempat.”

Baca juga: Kendala “grip” hambat Vinales di GP San Marino

Baca juga: Espargaro start baris terdepan, KTM petik hasil positif di Misano

Baca juga  Gagal di French Open, Hendra/Ahsan fokus turnamen selanjutnya

Sementara itu, Viñales gagal mengonversi pole position yang ia raih untuk merebut trofi juara di Misano setelah berkutat dengan masalah daya cengkeram ban di awal lomba.

Setelah Misano, seri ke-14 akan digelar di Aragon, Spanyol, yang mana Rossi mengatakan itu adalah trek yang sulit. Yamaha gagal naik podium di dua tahun terakhir di sana.

“Kami selalu kewalahan. Tapi kami tiba dengan sejumlah hasil balapan yang bagus jadi kami masih perlu berbenah dan berharap bisa lebih kompetitif dari yang telah lalu,” kata Rossi.

Baca juga: Rossi pakai helm dengan livery spesial di GP San Marino

Baca juga:Rossi mudik bawa motor M1 ke kampung halamannya di Tavullia

Artikel ini dikutip dari Antaranews.com

Latest Articles

Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-NTB Percepat Penyusunan RDTR untuk Optimalkan Potensi Daerah

Agraria.today | Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala...

Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat

Agraria.today | Cikeas - Dalam era digital yang serba...

Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal

Agraria.today | Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Agraria.today | Palembang - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...

Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya

Agraria.today | Jakarta - Status hak atas tanah menjadi...

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Agraria.today - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas...

Related Articles

Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas

Agraria.today | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyampaikan...

AMUKAN GAJAH DI MESS PT.ARARA ABADI AKIBAT KANTONG GAJAH TELAH DIKONVERSI JADI HTI

Agraria.today - Peristiwa mengamuknya kawanan gajah liar sebanyak 13 ekor menyebabkan kerusakan parah terhadap mess karyawan PT. Arara Abadi pada minggu (22/2) di Kabupaten...

Presiden Prabowo Subianto Sebaiknya Tindak Lanjuti Pencabutan Izin PBPH Perusahan Penyebab Bencana Ekologis Sumatera

Agraria.today - Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh Menteri Kehutanan (sebagaimana dilaporkan pada Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari 22 izin yang akan...